Wamen Stella Christie: Beasiswa Negara Adalah Utang Budi

WAKIL Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan, beasiswa negara merupakan “utang budi” yang harus dipahami sebagai amanah. Pernyataan itu menanggapi polemik di media sosial soal sikap alumnus penerima beasiswa terhadap status kewarganegaraan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Saya pernah dikecam netizen ketika mengimbau penerima beasiswa S-1 luar negeri Kemdiktisaintek bahwa beasiswa adalah utang. Namun kenyataannya memang demikian: setiap beasiswa dari negara adalah utang budi,” kata Stella, Ahad, 22 Februari 2026.

Ia menilai kontroversi yang muncul belakangan ini mencerminkan persoalan pendidikan moral. LPDP dikabarkan bakal memanggil suami Dwi Sasetyaningtyas karena diduga belum menunaikan kewajiban sebagai awardee. “Beasiswa tidak dipahami sebagai amanah, melainkan sekadar fasilitas,” ucap Stella.

Polemik bermula dari unggahan Tyas yang menyatakan keinginan agar anak-anaknya memiliki kewarganegaraan asing. Dalam video yang kemudian dihapus, Tyas berkata, “Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan.” Pernyataan itu menuai kritik karena dinilai merendahkan identitas WNI. Dwi diketahui sebagai alumnus penerima beasiswa negara.

Stella mengatakan solusi atas polemik itu bukan dengan memperketat aturan beasiswa. Menurut dia, pembatasan berlebihan justru bisa menumbuhkan sikap sinis dan mendorong penerima mencari celah menghindari kewajiban. “Yang lebih dibutuhkan adalah kepercayaan—memberi ruang bagi penerima beasiswa untuk menemukan caranya sendiri dalam memberi manfaat bagi bangsa,” ujarnya. 

Ia menambahkan, kontribusi kepada Indonesia tidak selalu berarti harus segera pulang. Dalam sejumlah kasus, bertahan di luar negeri hingga mencapai posisi strategis dapat memberi dampak lebih luas.

Stella mengatakan dia tetap berkontribusi saat berkarier di Amerika Serikat dan Tiongkok, antara lain dengan membimbing mahasiswa Indonesia dan menjembatani kerja sama antar-institusi. Ia menyebutkan sejumlah diaspora, seperti Vivi Kasim, Sastia Putri, dan Haryadi, sebagai contoh ilmuwan yang memberikan kontribusi bagi Tanah Air.

  • Related Posts

    Kemlu Ungkap Kondisi 45 WNI Usai Meksiko Mencekam Buntut Bos Kartel Tewas

    Jakarta – Kemlu RI memastikan WNI yang berada di Meksiko dalam kondisi aman usai situasi mencekam karena pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio “El Mencho” Oseguera, tewas dibunuh tentara. WNI…

    Dari AS, Prabowo ke Inggris Saksikan Kerja Sama Semikonduktor Danantara-Arm

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan ke Inggris usai dari Amerika Serikat (AS). Prabowo menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *