Maju Lewat Sapta Kriya Adi Cipta

INFO TEMPO – Satu tahun masa pemerintahan memang bukan waktu yang panjang untuk mewujudkan pembangunan daerah secara optimal. Namun, keterbatasan waktu itu dapat diatasi melalui kerja nyata, kolaborasi kuat, dan langkah strategis yang terarah.

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Dalam satu tahun kepemimpinan mereka, Pemerintahan Gumi Keris itu memegang teguh visi Mewujudkan Pariwisata Badung yang Berkualitas Berlandaskan Nilai-nilai Sat Kerthi Loka Bali.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. DOK. PEMKAB BADUNG

“Penentuan visi tersebut didasarkan atas fakta bahwa sektor pariwisata telah nyata menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Badung, termasuk sumber utama pendapatan asli daerah,” ujar I Wayan Adi Arnawa. Ia menjelaskan, visi tersebut diwujudkan lewat misi yang memuat program unggulan, yakni Sapta Kriya Adi Cipta.

Misi tersebut fokus mendukung pariwisata tanpa mengabaikan kebutuhan utama masyarakat dengan menangani masalah krusial, seperti kemacetan, sampah, dan pemenuhan air bersih. Program ini juga hadir untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta pelestarian adat dan budaya Bali.

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. DOK. PEMKAB BADUNG

Dalam penanganan kemacetan lalu lintas, Pemkab Badung melakukan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk menangani kemacetan di wilayah Kerobokan Kelod, Badung Utara. Sebelum penerapan kebijakan ini waktu tempuh rata-rata 19,8 menit, sedangkan setelah penerapannya waktu tempuh rata-rata menjadi 4,93 menit. “Petugas di lapangan harus disiagakan dan ditambah bila diperlukan, sehingga rekayasa ini benar-benar berjalan optimal dan tertib,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Badung juga membangun empat ruas jalan baru, yakni Pecatu–Melasti, Pasar Desa Adat Pecatu–Jalan Uluwatu, Banjar Semer–Jalan Teuku Umar Barat, dan Subak Sari–Banjar Semer (Kerobokan). Pembangunan jalan Lingkar Selatan juga dilakukan sebagai langkah nyata untuk mengurangi kemacetan di wilayah Badung.

Untuk mengatasi sampah, Pemkab Badung melakukan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle atau TPS3R, optimalisasi sungai dan saluran irigasi secara berkala bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan melakukan pembersihan di wilayah pantai bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

Dalam upaya pemenuhan air bersih, Pemkab Badung melalui Perumda Air Minum Tirta Mangutama memulai pembangunan jaringan distribusi pipa bawah laut dari IPA Estuary menuju Nusa Dua sejak 11 September 2025 sebagai upaya mempercepat pemenuhan air bersih di Badung Selatan. Proyek yang dikerjakan melalui kerja sama dengan PT Tiara Cipta Nirwana dan PT Pipa Ticini ini telah meningkatkan kapasitas distribusi air dari 420 liter per detik menjadi 490 liter per detik.

Peningkatan mutu pendidikan pun menjadi sorotan. Lewat program Bimbel Bahasa Inggris Gratis Berbasis Banjar yang menyasar seluruh siswa SD dan SMP desa dan kelurahan, kepercayaan diri dan daya saing putra putri Badung didorong secara optimal. Ada juga program Beasiswa SMA dan S1 Anak Petani dan Nelayan untuk meningkatkan akses pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.

Layanan kesehatan, kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat juga ditingkatkan lewat Homecare Gratis, program 2 Juta per KK dan program Sidi Kumbara atau Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera.

Kabupaten Badung juga terus memperkuat pelestarian kehidupan beragama, adat dan tradisi melalui berbagai program, mulai dari peningkatan dana kreativitas ogoh-ogoh, bantuan HUT Sekaa Teruna, pembangunan Patung Mekotek, mendukungan hibah upacara keagamaan, hingga penyelenggaraan festival budaya.

Berbagai langkah tersebut menjadi wujud komitmen Pemkab Badung untuk mendorong kemajuan wilayah, baik melalui penguatan sektor pariwisata maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)

  • Related Posts

    Duduk Perkara DS Alumni LPDP Dikecam Gegara 'Cukup Aku Aja yang WNI'

    Jakarta – Alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) inisial DS membuat pernyataan kontroversial hingga membuatnya dikecam. DS membuat pernyataannya “cukup saya WNI, anak jangan” sampai menghebohkan jagat maya.…

    Kafe di Kemang Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK, Polisi Atur Lalin

    Jakarta – Film Korea Selatan (Korsel) yang dibintangi oleh aktor Ma Dong-seok (Don Lee) bersama Lisa ‘BLACKPINK’ melakukan syuting di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya syuting berlangsung di sebuah kafe…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *