INFO TEMPO – Satu tahun memimpin Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, di era Presiden Prabowo Subianto, Bupati Wempi Wellem Mawa terus melanjutkan program yang sudah dilakukannya pada periode sebelumnya untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Bumi Intimung. “Saya hanya meningkatkan dan melanjutkan program-program yang sudah saya kerjakan. Ada lima program saya, yang pertama itu wajib belajar,” kata Wempi.
Program Wajib Belajar (Wajar) ini adalah pemberian kelengkapan sekolah gratis, meliputi pakaian sekolah berupa baju seragam dan topi, baju batik, baju olahraga, sepatu dan kaos kaki, tas sekolah dan buku tulis serta alat tulis. Program yang tidak ada pungutan biaya sekolah ini telah diberikan sejak periode pertama kepemimpinan Wempi-Jakaria hingga sekarang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Ini tahun anggaran kelima dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), artinya sudah lima tahun berturut-turut, semua pelajar, dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi di Kabupaten Malinau semua mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah,” ujar Bupati Wempi.
Program kedua adalah Desa Sarjana, yakni pemberian kesempatan kepada minimal satu putra/putri setiap tahun dari masing-masing desa yang diterima, melalui proses seleksi sesuai kebutuhan unggulan potensi desa masing-masing, dan sesuai jurusan di universitas yang diambil. Setelah lolos seleksi akan dibiayai kuliah dan hidupnya selama menyelesaikan pendidikan.
“Melalui program Desa Sarjana, hampir 2.000 mahasiswa di Kabupaten Malinau ini yang mendapat kesempatan semua pembiayaannya,” kata Bupati Wempi.
Wempi menjelaskan, setelah menyelesaikan pendidikannya, mereka wajib kembali ke desanya untuk mengabdi membangun desa sesuai potensinya. “Minimal 2 tahun dan digaji sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional) berlaku,” ujar Bupati Wempi. “Program ini berbeda dengan beasiswa prestasi dan beasiswa tidak mampu, jadi program tersebut masih ada.” ujar Bupati Wempi.
Ketiga, Program Milenial Mandiri untuk memberikan untuk meningkatkan keterampilan dan berusaha. Program ini juga sudah berjalan sejak periode pertama Wempi-Jakaria. “Melalui Program Milenial Mandiri kami memberikan pelatihan dan yang ingin berusaha serius diberikan modal untuk membuka usaha sesuai dengan keterampilannya agar tercipta peluang kerja dan wirausaha,” ucapnya.
Keempat, Program Pertanian Sehat dengan pengembangan sektor pertanian, termasuk perbaikan jalan tani, peningkatan harga gabah, dan bantuan alat berat seperti motor grader, dump truk, dozer, lowboy, bomag dan BBM setiap kecamatan. “Setiap 15 kecamatan masing-masing diberi 7 alat berat. Ini sudah disediakan sejak periode 1 dan periode 2 ini ditambahkan biaya operasionalnya,” ujarnya.
Dalam program tersebut, Bupati Wempi merekrut masyarakat menjadi satuan tugas ketahanan pangan (Satgas Pesat) untuk bekerja dengan penghasilan minimal sesuai UMR di Kabupaten Malinau dan diberikan bonus jika tercapai target produksi padi, jagung dan tanaman holtikultura.
“Satgas Pesat ini menggarap lahan-lahan tidur milik Pemda bahkan milik masyarakat yang tidak produktif, dan hasilnya dikelola untuk dipasarkan ke masyarakat. Label Produk Daerah khusus Beras diberi kepada keluarga pra sejahtera atau keluarga miskin juga,” kata Bupati Wempi.
Kelima, Bupati Wempi juga tengah menyelesaikan sebuah program baru, yakni Smart Government atau peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang efisien. “Program ini memberikan akses ruang informasi yang terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain lima program tersebut, Bupati Wempi juga terus membangun program lainnya, seperti infrastruktur, termasuk Program Strategis Nasional (PSN) melalui program Wajib Belajar Malinau Maju. Bupati Wempi melanjutkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tengah dibangun di beberapa desa di Kabupaten Malinau.
Mengenai Sekolah Rakyat, Bupati Wempi mengatakan masih dalam proses pengajuan dan penyiapan lahan. “Kami berharap bisa terbangun Sekolah Rakyat yang menjadi harapan kita semua,” katanya. “Kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah pusat agar program Bapak Presiden berjalan di daerah.”
Bupati Wempi bersyukur di daerahnya tidak ada kemiskinan ekstrem. “Kabupaten Malinau mendapatkan penghargaan untuk pencegahan kemiskinan ekstrem atau nol persen selama dua tahun berturut-turut tidak terjadi kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Bupati Wempi mengaku puas karena dapat membentuk masyarakatnya menjadi generasi cerdas. “Investasi terbaik bagi bangsa ini adalah sumber daya manusia yang unggul. Kalau anak bangsa ini cerdas, maka sumber daya alam yang begitu kaya raya ini akan aman. Karena itu, harapan saya, mimpi saya, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah.” (*)






