Tim Gandhi Sehat Tarik Album

MANAJEMEN penyanyi cilik asal Yogyakarta, Gandhi Sehat, mengumumkan telah menarik peredaran album musik bertajuk ‘Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)’ pada Jumat, 13 Februari 2026. Album itu berisi enam lagu yang semula diunggah di berbagai Demand-Side Platform atau DSP, seperti YouTube pada 4 Februari silam.

Manajemen menyampaikan bahwa keputusan ini dibuat secara sukarela dengan mempertimbangkan respons pasar. “Setelah melihat dinamika serta berbagai penafsiran yang berkembang di ruang publik, kami memutuskan untuk menghentikan peredarannya,” kata manajemen dalam unggahan di akun Instagram @gandhi_sehat dikutip pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saat dihubungi melalui pesan Instagram, manajemen juga menegaskan bahwa unggahan itu merupakan sikap resmi mereka. Manajemen belum bersedia menerima wawancara dengan media dan meminta penjelasan dikutip dari unggahan tersebut. 

Tempo menanyakan apakah Manajemen Gandhi Sehat mendapatkan ancaman sehingga menarik peredaran album ‘Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)’. Namun permintaan konfirmasi itu tidak ditanggapi. 

“Kami sudah jelaskan semua di postingan, ditulis sesuai yang diunggah saja. Mohon bantuannya agar beritanya cepat reda,” kata manajemen.

Menurut penelusuran Tempo, album tersebut masih bisa diakses di Youtube pada Sabtu siang. Salah satu lagu bertajuk ‘Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)’ menceritakan sudut pandang anak usia 6 tahun yang menjawab apa karier impiannya saat dewasa kelak. 

Lirik lagu itu pun berulang kali menyebutkan  bahwa kepada guru, kerabat maupun keluarga, anak tersebut tidak ingin menjadi polisi. “Semua tanya cita-citaku, yang penting tidak jadi polisi,” demikian bunyi penggalan lagu tersebut. Lagu itu telah diputar sebanyak 19 ribu kali hingga Sabtu siang.

Manajemen Gandhi Sehat menjelaskan bahwa setelah ditarik peredarannya, butuh beberapa waktu agar konten itu hilang dari DSP. Selanjutnya, mereka juga menyatakan bahwa penyebaran ulang konten maupun musik di luar kanal resmi manajemen merupakan di luar tanggung jawab Manajemen Gandhi Sehat. 

Manajemen menyatakan penarikan album ini bukan atas perintah atau paksaan pihak lain. “Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai kreator, serta untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak kami kehendaki,” kata manajemen.

Kejadian penarikan lagu yang menyinggung soal polisi terjadi tahun lalu. Band Sukatani menarik lagu berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ yang mengkritik praktik korupsi aparat polisi. Personel Sukatani mengumumkan penarikan lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ lewat akun media sosial @sukatani.band pada Kamis, 20 Februari 2025. Dalam unggahan itu, dua personel Sukatani, yakni gitaris Muhammad Syifa Al Lufti dan Novi Citra Indriyati menyatakan permintaan maafnya kepada Kapolri dan institusi Polri. 

Dalam unggahan akun Sukatani pada Sabtu, 1 Maret 2025, mereka mengaku terus-menerus mengalami intimidasi karena lagunya dianggap menghina institusi kepolisian. Saat itu, Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan tak ada masalah dengan lagu tersebut.

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Asas jurnalisme kami bukan jurnalisme yang memihak satu golongan. Kami percaya kebajikan, juga ketidakbajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak. Kami percaya tugas pers bukan menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan…

    RI Gabung BoP, Ma'ruf Amin: Tak Masalah Jika Mengarah ke Palestina Merdeka

    Jakarta – Wakil Presiden ke-13 RI Mar’uf Amin menanggapi langkah diplomasi terbaru pemerintah Indonesia yang memutuskan untuk bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Mar’uf awalnya menjelaskan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *