TIGA berita menjadi berita terpopuler pembaca Tempo pada Kamis, 12 Februari 2026. Berita itu berkaitan dengan kritik akademikus terhadap Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya, elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan dugaan teror yang dialami Ketua BEM UGM.
Berikut tiga berita terpopuler itu:
Kritik Sikap Teddy
Guru Besar Jurnalisme UGM Ana Nadhya Abrar menilai respons pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terhadap laporan utama Majalah Tempo edisi 1 Februari 2026 menunjukkan ketidakpatuhan pada prosedur Undang-Undang Pers.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Majalah Tempo edisi Ahad, 1 Februari 2026 melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto, pada awal menjabat, kerap membawa dua pesawat saat ke luar negeri. Satu pesawat digunakan untuk dirinya plus para asisten, sementara pesawat lainnya untuk para birokrat dan diplomat yang mengiringi. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak menggunakan dua pesawat kepresidenan saat melakukan kunjungan ke luar negeri.
Menurut Abrar, pemerintah semestinya menggunakan mekanisme hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, bukan langsung membantah isi pemberitaan di ruang publik. “Pemerintah tidak menggunakan hak jawab kepada Tempo, dan melalui sekretaris kabinet langsung mengumumkan bahwa itu tidak benar,” kata Abrar dalam keterangan tertulis.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai pendekatan politik yang tidak sejalan dengan prosedur pers. Mengacu pada Pasal 5 dan 6 UU Pers, media wajib melayani hak jawab dan hak koreksi. Karena itu, pihak yang keberatan atas pemberitaan semestinya menempuh jalur tersebut. “Respons pemerintah ini sama saja dengan tidak menghargai prosedur yang sudah digariskan oleh UU Pers,” ujarnya.
Abrar menilai sikap tersebut berpotensi menempatkan media sebagai subordinasi politik. Ia mempertanyakan sejauh mana pemerintah memahami dan menghargai kebebasan pers. “Dalam keadaan begini, kita tidak tahu bagaimana sebenarnya persepsi pemerintah tentang kebebasan pers,” katanya.
Elektabilitas Gibran versi Indekstat Konsultan Indonesia
Gibran Rakabuming Raka menjadi figur calon wakil presiden dengan torehan elektabilitas tertinggi untuk berlaga pada pilpres 2029. Gibran unggul atas belasan nama lain yang masuk daftar survei lembaga konsultan kebijakan publik, politik, dan manajemen bisnis Indekstat.
Head of Politics Indekstat Konsultan Indonesia, Saiful Muhjab, mengatakan survei bursa cawapres ini dilakukan secara terbuka dengan pertanyaan responden ‘Jika pilpres dilakukan hari ini, siapakah yang akan Anda pilih sebagai wakil presiden?
“Hasilnya, figur cawapres dengan elektabilitas tertinggi adalah Gibran Rakabuming Raka yang meraih 21,1 persen,” kata Saiful dalam Telekonferensi di kanal YouTube @indekstat, Kamis, 12 Februari 2026.
Dia melanjutkan, di urutan kedua terdapat nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meraih elektabilitas 16,9 persen, diikuti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di urutan ketiga dengan 11,5 persen.
Adapun survei Indekstat dilakukan pada periode 11-25 Januari 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden yang terdiri dari warga negara Indonesia di 38 provinsi dengan syarat usia minimal 17 tahun ke atas, serta memiliki hak pilih ketika Pemilu 2029.
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam survei ini ialah tatap muka dengan melibatkan enumerator terlatih, serta menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Ketua BEM UGM Diteror
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UGM Yogyakarta Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah memprotes pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang gagal menjamin hak dasar anak karena tragedi seorang anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur.
Tiyo menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor dengan kode Inggris empat hari setelah BEM mengkritik Prabowo. Selain ancaman penculikan, peneror mengirimkan pesan yang menuduh Tiyo sebagai agen asing dan mencari panggung. “Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan tersebut.
Tempo mengecek nomor tersebut melalui aplikasi Getcontact. Identitas pemilik nomor tersebut tidak tercantum. Menurut Tiyo, selain menerima ancaman dalam bentuk pesan WhatsApp, dia dikuntit dua orang saat berada di sebuah kedai. Penguntitan itu terjadi sehari setelah muncul ancaman. “Mereka memotret dan bergegas pergi,” kata Tiyo saat dihubungi pada Kamis, 12 Februari 2026.
Protes BEM kepada Prabowo dilakukan dengan cara mengirimkan surat terbuka kepada United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang fokus pada perlindungan hak, kesehatan, gizi, dan pendidikan anak-anak di seluruh dunia. BEM melayangkan surat itu pada 6 Februari lalu, untuk merespons tragedi siswa sekolah dasar yang bunuh diri di NTT karena diduga tidak mampu membeli pulpen dan buku sekolah seharga kurang dari Rp 10 ribu.
Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi cermin kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak, khususnya akses terhadap pendidikan. Kegagalan memberikan perlindungan terhadap anak itu tidak lepas dari kebijakan dan arah prioritas pemerintah.






