Jakarta –
Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandeglang 4, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapat catatan evaluasi. Pasalnya, di dalam menu makanan diduga berisi ulat.
“Iya betul (ada ulat), yang lain banyak nggak pada dimakan. Kalau diganti juga sayang, pasti nggak dimakan,” kata Kepala SDN Pandeglang 4, Ayoh, kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayoh mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/2) kemarin. Ia mengaku langsung komplain kepada pihak SPPG.
“Tadi sudah komplain dengan pihak dapur MBG,” katanya.
Ayoh menyatakan peristiwa ini baru pertama kali terjadi di sekolahnya. Ia berharap hal serupa tidak terulang.
“Mudah-mudahan ke depan dapur MBG Tenjolaya lebih baik lagi dalam pelayanan menu MBG ke siswa-siswi penerima,” ucapnya.
PIC SPPG Pandeglang 3, Rendi, membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan ada dua ompreng yang berisi ulat.
“Kemarin yang ada ulatnya ada 2 ompreng, memang itu adalah murni kelalaian kami pada saat skrining,” kata Rendi.
Rendi menyatakan sayuran yang menjadi bahan pokok MBG beresiko tinggi terkontaminasi ulat. Sehingga perlu ada skrining dan pengawasan lebih detail.
“Sayuran ini memang beresiko tinggi, terkait dengan ulat dan kotoran. Apalagi sayuran yang memang berpasir. Itu memang kelalaian dari kami,” imbuhnya.
Rendi menyatakan peristiwa ini menjadi catatan evaluasi. Ia menjamin hal ini tidak terulang.
“Jelas ini menjadi evaluasi kami, kami jamin hal seperti ini tidak akan terjadi lagi,” katanya.
(Menu MBG di Pandeglang berisi ulat. Dok istimewa)
(dek/dek)





