Jakarta –
Setiap tahun pada tanggal 13 Februari, ada peringatan Hari Radio Sedunia atau World Radio Day (WRD). Peringatan ini diproklamasikan pada tahun 2011 oleh negara-negara Anggota UNESCO dan diadopsi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2012.
Melansir situs UNESCO, Hari Radio Sedunia adalah hari untuk berterima kasih kepada para penyiar atas berita yang mereka sampaikan, suara yang mereka perkuat, dan kisah-kisah yang mereka bagikan. Berikut serba-serbi Hari Radio Sedunia 2026.
Menurut situs PBB, Hari Radio Sedunia diproklamasikan pada tahun 2011 oleh UNESCO dan didukung oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (A/RES/67/124) pada tahun 2012. Hari ini memperingati hari berdirinya Radio Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1946.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radio adalah media yang ampuh untuk merayakan kemanusiaan dalam segala keberagamannya dan merupakan platform untuk wacana demokratis. Di tingkat global, radio tetap menjadi media yang paling banyak dikonsumsi.
Kemampuan unik untuk menjangkau khalayak terluas ini menjadikan radio dapat membentuk pengalaman masyarakat tentang keberagaman, menjadi arena bagi semua suara untuk berbicara, diwakili, dan didengar. Stasiun radio harus melayani komunitas yang beragam, menawarkan berbagai macam program, sudut pandang, dan konten, serta mencerminkan keberagaman audiens dalam organisasi dan operasinya.
Radio adalah media berbiaya rendah yang sangat cocok untuk menjangkau komunitas terpencil, menawarkan platform untuk ikut serta dalam debat publik, tanpa memandang tingkat pendidikan masyarakat. Radio juga memainkan peran penting dalam komunikasi darurat dan bantuan bencana.
Radio memiliki posisi unik untuk menyatukan komunitas dan mendorong dialog positif untuk perubahan. Dengan mendengarkan audiensnya dan menanggapi kebutuhan mereka, layanan radio menyediakan keragaman pandangan dan suara yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan yang kita semua hadapi.
Tema Hari Radio Sedunia 2026
Bersumber dari situs UNESCO, Hari Radio Sedunia 2026 yang mengangkat tema “Radio and Artificial Intelligence“ membuka bidang diskusi, kreasi, dan eksplorasi yang sepenuhnya baru. Dirayakan setiap tahun pada tanggal 13 Februari, Hari Radio Sedunia merupakan kesempatan unik bagi stasiun radio di seluruh dunia untuk menunjukkan keberagaman, kreativitas, dan kemampuan mereka untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan hanya tantangan yang harus dihadapi; ini adalah kesempatan untuk menata ulang radio dengan penuh perhatian, kreativitas, dan koneksi. AI mengajak kita untuk bermimpi lebih besar, menjangkau lebih jauh, dan menghargai waktu, kecerdasan, serta harapan para pendengar.
AI dapat membantu radio berkembang dengan cara yang bijaksana, seperti:
- Kemudahan dan Kelancaran
Biarkan teknologi menangani tugas-tugas rutin, seperti penjadwalan, pelacakan suara, pembaruan cuaca atau olahraga harian, tugas-tugas administratif, sehingga tim Anda dapat fokus pada hal yang benar-benar penting: memberi informasi, mendidik, dan menghibur. - Pertumbuhan yang Bermakna
Memahami audiens Anda lebih dalam, menghubungkan iklan dengan kebutuhan pendengar, meningkatkan pendapatan. - Pemberdayaan Pendengar
Membantu setiap pendengar merasa dilibatkan, menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi, interaksi secara langsung, dan ruang bagi suara-suara yang kurang terwakili yang pantas didengar. - Konten Berkualitas
Menggunakan AI untuk mendukung pengecekan fakta, verifikasi sumber, penemuan kembali kekayaan arsip, dan peningkatan faktualitas, sambil tetap menempatkan penilaian manusia sebagai pusatnya.
Pendekatan yang Bijaksana terhadap AI
Untuk memanfaatkan AI secara maksimal, penyiar radio membutuhkan lebih dari sekadar alat – mereka membutuhkan strategi. Itu artinya:
- Kebijakan yang jelas dan penuh perhatian serta pengamanan internal untuk penggunaan AI yang etis.
- Menghormati privasi, kekayaan intelektual, kepemilikan data, dan transparansi.
- Penggunaan audio generatif secara hati-hati (seperti musik AI, kloning suara, audio deepfake, dan lain-lain.)
- Investasi pada sumber daya manusia: keterampilan, pertumbuhan, dan kolaborasi mereka.
- Pemeriksaan hukum dan keamanan untuk mengelola risiko yang muncul, penyimpanan dan transfer data, kewajiban, dan lain-lain.
Mari kita perlakukan momen ini sebagai kesempatan transformatif untuk meningkatkan aspek-aspek ini dan setiap aspek penyiaran radio. Pada Hari Radio Sedunia 2026, UNESCO memberikan sumber daya kepada stasiun radio untuk membangun kepercayaan tentang bagaimana AI digunakan, sambil tetap menjaga kehangatan dan keandalan yang dihargai oleh para pendengar.
(kny/imk)





