Golkar Santai Tanggapi Survei Elektabilitas Versi Indekstat

PARTAI Golkar menyatakan tak khawatir dengan hasil survei Indekstat. Lembaga konsultan kebijakan publik, politik, dan manajemen bisnis itu menempatkan Golkar di urutan kelima elektabilitas partai politik.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan pihaknya menghormati hasil survei, namun tidak akan bergantung pada satu survei saja. “Di survei lain, elektabilitas kami malah baik-baik saja,” kata Sarmuji saat ditemui di Kompleks DPR, MPR, dan DPD Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Pada survei Indekstat, elektabilitas Golkar berada di bawah Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Gerindra. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan NasDem menjadi partai dengan perolehan elektabilitas terbawah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Sarmuji, selain penyelenggaraan Pemilu 2029 yang masih jauh, Golkar selalu memiliki titik balik jelang dihelatnya kontestasi. “Selama ini Golkar selalu membuktikan, apa pun surveinya saat ini, elektabilitas Golkar akan selalu baik-baik saja di pemilu nanti,” ujar anggota Komisi VI DPR tersebut.

Sebelumnya, Partai Gerindra menjadi partai politik dengan torehan elektabilitas tertinggi dari delapan partai yang menduduki parlemen saat ini. Head of Politics Indekstat Konsultan Indonesia Saiful Muhjab mengatakan, Gerindra memperoleh skor elektabilitas 33,7 persen atau jauh dari kejaran partai lainnya. “Urutan kedua ada PDIP dengan 7,8 persen dan PKB di urutan ketiga dengan 7,0 persen,” kata Saiful dalam Telekonferensi di kanal YouTube @indekstat, Kamis, 12 Februari 2026.

Di urutan berikutnya, terdapat Partai Demokrat dengan elektabilitas 6,2 persen; Partai Golkar 5,5 persen; PKS 5,3 persen; PAN 3,5 persen; dan NasDem dengan 3,1 persen. Sigi ini, Saiful menjelaskan, dilakukan secara terbuka atau top of mind dengan pertanyaan kepada responden ‘Jika pemilu legislatif dilakukan hari ini partai apa yang akan Anda pilih?’ “Sementara tidak tahu atau tidak menjawab 21,4 persen dan undecided voters 24,5 persen,” ujarnya.

Ia menuturkan, survei ini dilakukan pada periode 11-25 Januari 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden di 38 provinsi. Syarat usia minimal 17 tahun ke atas, serta memiliki hak pilih ketika Pemilu 2029.

Saiful menjelaskan, dalam sigi ini Indekstat menggunakan metode pengumpulan data secara tatap muka dengan melibatkan enumerator terlatih, serta menggunakan multistage random sampling untuk metode penentuan sampel. “Dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen,” katanya.

  • Related Posts

    Ayah di NTT Paksa Anak 11 Bulan Minum Miras, Polisi Turun Tangan

    Jakarta – Seorang pria, JNK alias Jitro di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) mencekoki anaknya yang berusia 11 bulan dengan minuman keras (miras). Polisi turun tangan menyelidiki…

    Siswi SMP di Gresik Diperkosa-Disekap Anggota Gangster, Polisi Turun Tangan

    Jakarta – Seorang siswi kelas 2 SMP menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan seorang anggota Gangster. Korban disekap di sebuah rumah kosong di Desa Randegansari, Driyorejo, Gresik. Dilansir…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *