SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan dua rektor perguruan tinggi negeri. Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo dan Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah, mengunjungi kantor Teddy di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat pada hari yang berbeda.
Suharnomo berkunjung ke kantor Seskab Teddy pada Selasa sore, 10 Februari 2026. “Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai program Undip yang kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan memperkuat program nol sampah di seluruh area kampus,” seperti tertulis dalam keterangan Sekretariat Kabinet, Rabu, 12 Februari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut keterangan tersebut, Undip menerapkan sistem pengelolaan sampah yang mengolah limbah menjadi solar, sehingga limbah organik dan non-organik diubah menjadi energi. Dengan teknik tersebut, tidak ada sampah dari Undip yang dibuang ke tempat pembuangan akhir di luar kampus.
Sekretariat Kabinet menyebut program nol sampah di Undip sebagai contoh pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan. “Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan kesadaran lingkungan bisa berjalan seiring demi menciptakan kampus yang bersih, hijau, dan produktif,” tulis keterangan Sekretariat Kabinet.
Sementara Rektor UI Heri Hermansyah mengunjungi Teddy pada Senin, 9 Februari 2026. Pertemuan keduanya juga berlangsung di kantor Sekretariat Kabinet.
Dalam pertemuan Teddy dengan Heri, keduanya membahas upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global. “Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong peningkatan peringkat universitas dalam negeri melalui penguatan kualitas pendidikan, riset, serta kerja sama dengan universitas ternama dunia, termasuk dengan perguruan tinggi di Inggris Raya,” kata keterangan itu.
Rektor UI juga memaparkan capaian kampusnya ke Teddy. Salah satunya catatan UI menembus peringkat 189 dunia dalam QS World University Rankings 2026, naik dari posisi 206 pada tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar UI terus meningkatkan kinerja pada indikator kualitas riset (research quality) serta reputasi lulusan di pasar kerja global (employer reputation). Tujuannya, menurut Teddy, adalah untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional.





