Elektabilitas Prabowo, Dedi, dan Anies versi Indekstat

SIGI lembaga konsultan kebijakan publik, politik, dan manajemen bisnis Indekstat mencatatkan nama Prabowo Subianto sebagai figur calon presiden dengan torehan elektabilitas tertinggi dari nama kandidat lainnya. Survei dilakukan pada Januari lalu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Head of Politics Indekstat Konsultan Indonesia, Saiful Muhjab, mengatakan survei dengan topik elektabilitas calon presiden untuk pemilu 2029 ini merilis sepuluh daftar nama kandidat dengan pertanyaan ‘Jika pilpres dilakukan hari ini, dari sepuluh nama siapa yang akan Anda pilih sebagai presiden?

“Hasilnya, Prabowo menjadi figur dengan raihan tertinggi, yakni 47,2 persen,” kata Saiful dalam telekonferensi di kanal YouTube @indekstat, Kamis, 12 Februari 2026.

Di urutan kedua dan ketiga, dia melanjutkan, bertengger nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Dedi memperoleh elektabilitas 17,8 persen diikuti Anies dengan 11,2 persen.

Di urutan keempat, kata Saiful, terdapat nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan elektabilitas 4,9 persen diikuti Wakil Presiden saat ini Gibran Rakabuming Raka dengan 3,9 persen.

“Di urutan keenam dan ketujuh terdapat nama Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo yang meraih 3,7 persen dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 1,0 persen,” ujar dia.

Urutan selanjutnya, kata dia, ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Keduanya memperoleh skor elektabilitas yang sama besar, yakni 0,4 persen, disusul dengan mantan calon wakil presiden Mahfud Md 0,3 persen, serta responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 3,9 persen.

“Untuk undecided voters dalam survei elektabilitas ini ada sekitar 9,2 persen,” ucap Saiful.

Adapun survey Indekstat dilakukan pada periode 11-25 Januari 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden yang terdiri dari warga negara Indonesia di 38 provinsi dengan syarat usia minimal 17 tahun ke atas, serta memiliki hak pilih ketika Pemilu 2029.

Saiful menambahkan, dalam sigi ini Indekstat menggunakan metode pengumpulan data secara tatap muka dengan melibatkan enumerator terlatih. “Untuk metode penentuan sampel digunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen,” katanya.

  • Related Posts

    DPRD Minta Pemprov Jaga Stok Pangan Jakarta di Tengah Konflik Timur Tengah

    Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memperkuat langkah-langkah pengamanan stok pangan imbas situasi global yang memanas, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah. Khoirudin…

    Tinjau Museum Perjuangan, Menbud Soroti Peran Yogyakarta dalam Sejarah RI

    Jakarta – Dalam rangkaian kunjungan kerja di Yogyakarta, Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon melakukan peninjauan ke Museum Perjuangan Yogyakarta. Museum ini merupakan salah satu museum bersejarah yang menyajikan perjalanan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *