Anggota DPR Usul Pelatihan Komcad ASN di Daerah Bencana

ANGGOTA Komisi II DPR Deddy Yevri Sitorus mempertanyakan urgensi program pelatihan komponen cadangan untuk aparatur sipil negara atau ASN. Dia turut mempertanyakan ancaman seperti apa yang akan dihadapi negara hingga mengharuskan melibatkan ASN sebagai komcad.

Apalagi, kata dia, saat ini fiskal negara mengalami keterbatasan, pun dengan kondisi ekonomi global yang tak terlalu cerah. “Apakah bijaksana menghabiskan anggaran yang terbatas untuk kegiatan seperti itu?” ujarnya kepada Tempo pada Kamis, 12 Februari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Politikus PDI Perjuangan ini berujar kajian terhadap aspek kemanfaatan menjadi penting dalam pelaksanaan program tersebut. Konsep pelatihannya diminta untuk menyesuaikan dengan keadaan.

“Menurut saya latihan ASN sebaiknya dialokasikan sebagian waktunya di daerah bencana,” ujar anggota komisi yang salah satunya membidangi urusan aparatur negara tersebut.

Di sisi lain, dia mengatakan pelatihan komcad bagi ASN sebenarnya dapat bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran, kedisiplinan, dan mental peserta. Negara juga dinilai diuntungkan lantaran memiliki sumber daya untuk memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama pertahanan bila suatu waktu dibutuhkan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pelibatan ASN sebagai komponen cadangan bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dalam mengabdi kepada negara. Program ini akan menyasar ASN yang berada di lingkungan kementerian dan lembaga pusat. 

Dia menyebutkan ASN berusia 18-35 tahun akan diikutsertakan dalam berbagai pelatihan dasar militer. Pelatihan semester pertama direncanakan dimulai pada April mendatang, dengan jumlah peserta sebanyak 4.000 yang berasal dari 49 kementerian dan lembaga.

Ribuan ASN tersebut akan mendapat pelatihan komcad selama dua hingga tiga bulan. Mereka bakal kembali di masing-masing instansi setelah selesai mengikuti pelatihan tersebut.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menyatakan pelayanan publik tak akan terganggu meski ribuan aparatur sipil negara akan mendapat pelatihan komponen cadangan selama dua bulan. Sebab, kata dia, tak semua ASN mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan.

“Layanan publik harus diutamakan,” kata Rini ketika dihubungi pada Kamis, 12 Februari 2026.

Rini juga mengatakan, keterlibatan ASN dalam pelatihan komcad dilakukan secara sukarela sebagaimana regulasi yang mengatur. Ketentuan ihwal komponen cadangan ini termuat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021.

Rini memandang kesukarelaan ASN untuk mengikuti pelatihan komcad sebagai bagian dari pengabdian kepada negara. “Tanpa mengubah status maupun fungsi ASN sebagai aparatur sipil,” ucapnya.

  • Related Posts

    Mendagri Sebut BSPS Program Mulia Bantu Masyarakat Kurang Mampu

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi program perumahan yang diimplementasikan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), termasuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Ia menilai…

    Warga Tolak Penampungan Sampah Sementara di Pinggir Jalan Kalianyar Jakbar

    Jakarta – Tempat penampungan sementara (TPS) sampah di jalan samping Kali Kanal Banjir Barat (KBB), Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat diprotes warga. Mereka memasang spanduk di sana lantaran sampah yang lama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *