Kalung Emas Pria di Tambora Kena Jambret, Polisi Amankan 2 Pelaku

Jakarta

Polisi menangkap duo jambret bernama Ebot dan Tokai di Jalan Pasar Pagi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Keduanya menjambret pria berinisial IR (31) yang sedang berbelanja.

“Polsek Tambora berhasil mengamankan dua pelaku penjambretan berinisial IU alias Ebot dan WU alias Tokai. Kedua pelaku diamankan usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap korban,” kata Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, Rabu (11/2/2026).

Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (23/1) lalu. Saat itu, korban yang sedang berbelanja kemudian dirampas kalung perak yang sedang digunakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tiba-tiba dua pelaku menghampiri korban dan langsung merampas kalung emas putih seberat 15,13 gram senilai kurang lebih Rp 30 juta yang dikenakan korban,”ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku membawa senjata tajam berjenis celurit. Korban yang merasa terkejut, langsung meminta bantuan dengan berteriak.

“Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya mengamankan pelaku,” ungkapnya.

Sempat terjadi selisih antara pelaku dengan warga. Sebab, pelaku yang membawa celurit berusaha untuk melawan warga yang hendak meringkusnya.

“Beruntung, anggota Reskrim Polsek Tambora yang sedang melaksanakan patroli kring serse di sekitar lokasi segera datang dan mengamankan kedua pelaku dari amukan massa,” tuturnya.

Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini telah menetapkan pelaku sebagai tersangka.

“Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” pungkasnya.

(rdh/dwr)

  • Related Posts

    Temukan Celah Penyimpangan, KPK Dorong Perbaikan Tata Kelola Pajak Sawit

    Jakarta – KPK mengatakan ada celah penyimpangan dalam urusan pajak, salah satunya pada sektor sawit. KPK mendorong perbaikan tata kelola untuk memaksimalkan pendapatan negara. Jubir KPK, Budi Prasetyo, awalnya menyebut…

    KPCDI Minta Variabel Medis Masuk dalam DTSEN

    Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) meminta pemerintah memasukkan variabel medis ke dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ketua Umum KPCDI Tony Richard Samosir mengatakan, dengan memasukkan variabel…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *