Fakta-Fakta Pencemaran Cisadane Usai Gudang Kimia Terbakar

Pencemaran Sungai Cisadane diduga terjadi setelah kebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan. Peristiwa ini memicu keresahan warga hingga berdampak pada layanan air bersih. Berikut sejumlah fakta penting yang terungkap.

1. Pencemaran Diduga Berasal dari Gudang Pestisida Terbakar

Pencemaran Sungai Cisadane diduga berkaitan dengan kebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026. Sejumlah zat kimia dari lokasi kebakaran diduga terbawa aliran air dan masuk ke sungai.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Peristiwa ini memicu keresahan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai karena khawatir dampak zat kimia terhadap kesehatan dan lingkungan.

2. Air Sungai Berubah Warna, Berbau Menyengat, dan Berbusa

Warga melaporkan air Sungai Cisadane sempat berubah warna menjadi putih, berbusa, dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Bau tersebut bahkan menyerupai bahan bakar dan tercium hingga permukiman warga.

“Iya, kemarin baunya menyengat sampai ada busa di aliran air,” kata Tamam, warga sekitar, Selasa, 10 Februari 2026. Meski demikian, petugas memastikan cairan tersebut bukan bahan bakar yang mudah terbakar.

3. Ikan di Sungai Ditemukan Mati

Selain perubahan fisik air, warga juga menemukan banyak ikan mati di aliran Sungai Cisadane yang diduga terdampak pencemaran zat kimia.

Kondisi ini menambah kekhawatiran warga karena menunjukkan kemungkinan pencemaran yang berbahaya bagi ekosistem sungai.

4. DLH Tangsel Ambil Sampel Air di Empat Titik

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan penelusuran. DLH mengambil sampel air di empat titik, yakni lokasi kebakaran, aliran air terdampak, gorong-gorong, dan kawasan The Green.

Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu sekitar 14 hari kerja dan akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan pemerintah daerah.

5. Warga Diimbau Tidak Mengonsumsi Ikan dari Sungai

DLH Tangerang Selatan mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan atau mengonsumsi ikan dari aliran Sungai Cisadane yang diduga tercemar.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait kandungan zat kimia di air sungai.

6. PDAM Tirta Benteng Sempat Hentikan Produksi Air

Dampak pencemaran juga dirasakan pada layanan air bersih. PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang menghentikan produksi air selama tujuh jam, dari Senin malam hingga Selasa dini hari, sebagai langkah antisipasi.

Saat pemeriksaan awal, tim PDAM mencium bau menyerupai minyak tanah dari air sungai. Meski distribusi kembali berjalan, PDAM mengimbau pelanggan sementara menghindari penggunaan air untuk mandi, cuci, dan kakus.

Muhammad Iqbal dan Ayu Cipta berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Temukan Celah Penyimpangan, KPK Dorong Perbaikan Tata Kelola Pajak Sawit

    Jakarta – KPK mengatakan ada celah penyimpangan dalam urusan pajak, salah satunya pada sektor sawit. KPK mendorong perbaikan tata kelola untuk memaksimalkan pendapatan negara. Jubir KPK, Budi Prasetyo, awalnya menyebut…

    KPCDI Minta Variabel Medis Masuk dalam DTSEN

    Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) meminta pemerintah memasukkan variabel medis ke dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ketua Umum KPCDI Tony Richard Samosir mengatakan, dengan memasukkan variabel…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *