Rektor UNJ Minta Kebijakan Beasiswa Tak Diskriminatif

REKTOR Universitas Negeri Jakarta atau UNJ Komarudin meminta pemerintah tidak membedakan prioritas beasiswa antara bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dengan sosial humaniora. Ia menilai kebijakan beasiswa seharusnya tidak diskriminatif karena semua bidang memiliki peran penting bagi pembangunan bangsa.

Hal itu disampaikan Komarudin dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR Selasa, 10 Februari 2026. Ia menyoroti persepsi bahwa beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP lebih memprioritaskan bidang STEM dibandingkan sosial humaniora. “Kami melihat seolah-olah ada diskriminasi. Beasiswa LPDP itu seperti prioritas ke STEM. Saya khawatir terjadi kegagalan seperti beberapa puluh tahun lalu,” kata Komarudin.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menyinggung pengalaman ketika beasiswa lebih banyak diberikan untuk bidang sains dasar, namun tidak memberikan dampak signifikan bagi pembangunan. Menurut dia, pendekatan seperti itu berpotensi terulang jika kebijakan beasiswa terlalu berpihak pada satu rumpun ilmu.

Karena itu, ia meminta pemerintah menyusun kebijakan beasiswa yang adil bagi semua bidang keilmuan. “Daripada diskriminasi, lebih baik dari awal jangan ada diskriminasi. Bidang sosial humaniora juga sangat mempengaruhi arah jalannya bangsa,” ujarnya.

Komarudin menilai kontribusi sosial humaniora tidak kalah penting dibandingkan STEM, terutama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, ia berharap kebijakan beasiswa, karier akademik, hingga pengembangan pendidikan tidak hanya berfokus pada satu rumpun ilmu.

Di tingkat internal, UNJ menerapkan kebijakan beasiswa dosen tanpa membedakan bidang keilmuan. Semua dosen, baik dari sosial humaniora maupun sains dan teknologi, diberi kesempatan yang sama untuk melanjutkan studi, termasuk ke luar negeri. “UNJ sendiri memberikan beasiswa untuk dosen tanpa pandang bulu. Sosial maupun saintek sama saja,” kata dia.

Selain soal beasiswa, Komarudin juga menyampaikan arah kebijakan riset di UNJ yang kini berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menyebut kampusnya mengalokasikan sekitar 20 persen anggaran untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut dia, riset tidak lagi berfokus pada payung keilmuan semata, melainkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pendekatan itu diharapkan membuat penelitian perguruan tinggi lebih berdampak langsung bagi pembangunan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya menghitung ulang alokasi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP. Prabowo ingin agar tersebut lebih banyak diberikan untuk studi bidang sains dan teknologi atau saintek.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo meminta dana beasiswa LPDP berfokus ke jurusan science, technology, engingeering, and mathematics (STEM). “Beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026.

  • Related Posts

    Polda Metro Bongkar Pengiriman 2 Kg Ganja Via Ekspedisi di Depok

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar pengiriman 2 kilogram ganja melalui jasa ekspedisi di Cimanggis, Kota Depok. Satu orang tersangka ditangkap. Pengungkapan ini berawal dari adanya informasi…

    Mendagri Pastikan Stok Pangan di Aceh Aman Jelang Ramadan

    Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian angkat bicara terkait stok pangan di wilayah Aceh pasca-bencana jelang bulan suci Ramadan. Tito memastikan stok pangan di Aceh cukup jelang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *