Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap progres pemulihan 46 daerah terkait bencana Sumatera. Sejumlah daerah, jelas Tito, masih membutuhkan atensi.
Mulanya, Tito mengatakan ada enam daerah di Sumatera dan Aceh yang tidak mengajukan bantuan dalam penanganan bencana banjir pada akhir November 2025. Tito mengapresiasi enam daerah tersebut.
“Yang sama sekali tidak mengajukan bantuan karena merasa itu hanya banjir sebentar dan sudah selesai, mereka atasi sendiri, saya memberikan apresiasi,” kata Tito Karnavian di Kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito mengatakan ada empat daerah di Sumatera Barat (Sumbar) yang tidak mengajukan bantuan. Diketahui, dari 19 Kabupaten/Kota di Sumbar ada 16 Kabupaten yang terdampak.
“Yaitu Kabupaten Mentawai, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto, Kota Bukittinggi. Mereka tidak mengajukan perbantuan apa pun juga karena sudah selesai,” ujarnya.
Tito mengatakan ada satu daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang juga tidak mengajukan bantuan. “Kemudian di Sumatra Utara itu ada satu yang sama sekali enggak ngajukan bantuan yaitu Kabupaten Asahan,” ucapnya.
Tito mengatakan satu daerah di Aceh yang sama sekali tidak mengajukan bantuan ialah Kabupaten Aceh Besar. Sehingga, total daerah di Sumbar, Sumut dan Aceh yang tidak mengajukan bantuan ada 6 daerah.
“Jadi kita fokus kepada sekarang 52 kurang 6, 46. Nah, 46 itu lah yang digarap kemarin dan hasilnya dari 46 itu,” ujarnya.
Tito juga mengungkap daerah yang masih membutuhkan atensi di Sumut ialah Tapanuli Tengah, Tapauli Utara, dan Tapanuli Selatan. Dia mengatakan permasalahan di Tapanuli Selatan terkait penghunian dan pengungsian.
“Yang di Sumatra Barat tinggal dua yang paling utama sekali, Agam dan Padang Pariaman. Kalau mau ditambah yang mendekati normal, Tanah Datar dengan Pesisir Selatan. Untuk Sumatra Utara, dua yang paling atensi: Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Utara. Yang perlu, kalau perlu dimasukkan, Tapanuli Selatan, meskipun saya kemarin barusan ke sana juga kemarin, itu Tapanuli Selatan umumnya masalah penghunian, pengungsian,” ujarnya.
Dia mengatakan ada delapan daerah di Aceh yang hingga saat ini masih menjadi atensi. Posisi pertama yakni Kabupaten Tamiang.
“Nah, kalau untuk di Aceh itu yang perlu atensi betul: enam, tapi kalau mau ditambah dua: delapan. Yaitu Tamiang nomor satu, Timur, Utara, Bireuen, kemudian Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues. Meskipun yang lain-lain Nagan Raya, Aceh Tenggara ya ada hal-hal kecil yang perlu kita selesaikan,” ujarnya.
(mib/isa)





