Prabowo Panggil Petinggi TNI-Polri ke Istana Pagi ini

PRESIDEN Prabowo memanggil jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI ke Istana Kepresidenan Jakarta, pagi ini, Senin, 9 Februari 2026.

Rapat Pimpinan atau Rapim TNI-Polri ini dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Berdasarkan pantauan Tempo, para tamu mulai berdatangan sebelum pukul 09.00 WIB.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tampak hadir di Istana Kepresidenan salah satunya Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak. Ia tiba sekitar pukul 09.13 WIB.

Maruli mengatakan, pertemuan semacam ini rutin dilakukan. “Ini kan acara rutin saja, evaluasi, langkah-langkah ke depan. Dan biasa kami dapat pengarahan dari Presiden,” ucapnya. 

Menurut Maruli, arahan Prabowo nantinya akan ditindaklanjuti dalam rapat pimpinan di masing-masing matra TNI. “Turunan-turunan dari petunjuk Presiden, apa yang kita lakukan,” kata dia. 

Selain Maruli, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Mohamad Tonny Harjono, Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Suharyanto, hingga Kepala Badan Keamanan Laut RI atau Bakamla Laksamana Madya Irvansyah, juga terlihat menghadiri rapim kali ini. 

Tak hanya itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian tampak tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.16 WIB. Tito mengaku tak mengetahui arahan apa yang akan diberikan Prabowo ke jajaran TNI-Polri.

“Mungkin evaluasi. Kemarin kan di Sentul ada rapat koordinasi seluruh kepala daerah. Itu awal tahun biasanya beliau sampaikan ke kepala daerah, nah ini juga mungkin awal tahun juga untuk TNI Polri,” kata Tito. 

  • Related Posts

    Kemenhaj: Kesiapan Haji 2026 Sudah 95 Persen

    WAKIL Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah mencapai 95 persen. Ia mengatakan pemerintah akan mulai memberangkatkan kloter pertama pada 22 April 2026.…

    Analisis Pakar soal Alasan Iran Tolak Tawaran Damai dari AS

    Jakarta – Iran menolak tawaran rencana damai dari Amerika Serikat (AS) yang menyodorkan 15 butir perjanjian. Lalu, kenapa Iran menolak tawaran tersebut? Pakar hubungan internasional, Teuku Rezasyah menyebut 15 butir…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *