KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi survei Indikator Politik Indonesia soal tingkat kepuasan terhadap makan bergizi gratis (MBG). Menurut sigi tersebut, sekitar 72,8 persen responden menyatakan puas dengan MBG.
Dadan menyatakan akan berupaya meningkatkan kepuasan publik terhadap MBG. “Semua pendapat publik kami perhatikan untuk perbaikan terus menerus,” ujar Dadan melalui pesan singkat pada Senin, 9 Februari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dadan mengatakan, BGN selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Dia berharap MBG dapat menghasilkan generasi yang berkualitas untuk mencapai target generasi emas 2045.
Dia menyebutkan, capaian tingkat kepuasan untuk MBG adalah hasil kerja keras lintas kementerian dan lembaga. Dia mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang ikut menjalankan MBG, khususnya para mitra dapur MBG hingga para relawan.
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia sebelumnya merilis hasil sigi kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Menurut survei Indikator, sebanyak 72,8 persen responden puas dengan program dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, survei mereka dilakukan pada 15 hingga 21 Januari 2026. “Yang tidak puas (dengan MBG) per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat, kalau yang puas total 72,8 persen responden,” kata Burhanuddin dalam konferensi pers daring yang dikutip Senin, 9 Februari 2026.
Dalam sigi tersebut, responden yang merasa sangat puas dengan MBG sekitar 12,2 persen. Sementara responden yang merasa cukup puas mencapai 60,6 persen. Di sisi lain, responden yang merasa kurang puas sekitar 19,9 persen, tidak puas sama sekali 4,5 persen, dan tidak menjawab 2,8 persen.
Menurut Burhanuddin, kepuasan responden sangat bergantung dengan kemampuan BGN dan penyelenggara MBG dalam mengontrol kualitas makanan. Tingkat kepuasan terhadap program MBG, kata Burhanuddin, dipengaruhi isu-isu seperti mutu pangan hingga kasus keracunan.
Menutur dia, mayoritas yang merasa puas dengan program MBG berasal dari Generasi Z. Menurut survei Indikator, sebanyak 80,7 persen responden Gen Z menyatakan puas dengan MBG.
Indikator Politik turut menanyakan soal apakah MBG mungkin dikorupsi. Hasilnya, 2,9 persen responden sangat percaya MBG dikorupsi dan 30,9 persen lainnya percaya. Di sisi lain, 45,6 persen responden kurang percaya MBG dikorupsi, tidak percaya sama sekali 16,1 persen, dan 4,6 persen tidak menjawab.
Survei Indikator Politik menggunakan metode penarikan sampel multistage random sampling. Jumlah sampel sebanyak 1.220 orang dengan toleransi kesalahan atau margin of error kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebanyak 35,5 persen responden memiliki anggota keluarga yang menerima MBG. Sementara 64,5 persen responden tidak memiliki anggota keluarga yang menerima MBG.





