Alasan Prabowo Absen di Hari Pers Nasional

PRESIDEN Prabowo Subianto mengutus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di halaman Masjid Al Bantani, Kota Serang, Senin, 9 Februari 2026. Cak Imin berkata Prabowo tidak bisa hadir karena ada sebuah agenda. Namun, dia tidak menjelaskan agenda itu.

“Prabowo sesungguhnya ingin sekali hadir. Tetapi karena ada agenda bersamaan sehingga menyampaikan Selamat Hari Pers Nasional 2026,” kata dia di Banten, Senin, 9 Februari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua Umum PKB ini berkata Kepala Negara juga mengapresiasi insan pers Indonesia atas pengabdian kepada bangsa dan negara. 

Adapun Prabowo memanggil jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI ke Istana Kepresidenan Jakarta, pagi ini, Senin, 9 Februari 2026. Rapat Pimpinan atau Rapim TNI-Polri ini dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Salah satu peserta yang hadir yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Mohamad Tonny Harjono. 

Dalam sambutan di HPN 2026, Cak Imin mengatakan jurnalisme dapat menjadi suluh peradaban, motor perubahan, sekaligus kekuatan yang membuka kabut kebingungan arah zaman. Karena itu, menurut Cak Imin, kepentingan bangsa tidak akan terlepas dari kerja pers bekerja.

Menurut dia, pers yang mengandalkan teknologi Akal Imitasi (AI) akan kehilangan maknanya. Tanpa sentuhan manusia, jurnalisme berisiko kehilangan empati. 

“Tanpa verifikasi dan etika, dia hanya akan melahirkan berita-berita halusinasi. Dan tanpa keberpihakan pada kebenaran, jurnalisme akan menjauh dari publiknya sendiri,” kata dia. 

Dia berkata peran pers yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan menjadi sangat penting. Rakyat membutuhkan informasi yang akurat, jujur, dan membawa arah kebaikan.

Cak Imin pun mengatakan jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Perkembangan AI dan teknologi digital tidak boleh menggerus nilai-nilai jurnalisme. “Apalagi merusak ekonomi media massa. Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani,” ujar dia. 

Cak Imin mengatakan, kekuatan pers bersumber dari daya kritis. Pers harus menjunjung tinggi kebenaran, keberimbangan, dan tanggung jawab publik.

Peringatan HPN 2026 mengusung tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Kegiatan ini dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, serta Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon. 

Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat, dan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir. 

  • Related Posts

    Kelakuan ABG Bogor Bohongi Ortu soal Tawuran gara-gara Takut Omelan

    Bogor – Seorang remaja laki-laki di Ciseeng, Kabupaten Bogor nekat membohongi orang tua sendiri. Dia mengaku dibegal padahal terlibat dalam tawuran. Dirangkum detikcom, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 8 Februari…

    Hadiri Peringatan HPN, Menbud Teguhkan Peran Pers dalam Pemajuan Budaya RI

    Jakarta – Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon hadir dalam Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Banten. Mengambil tema ‘Pers Sehat, Ekonomi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *