GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) TB Ace Hasan Syadzily menyatakan lembaganya kehilangan sosok penting atas wafatnya Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo. Mantan Gubernur Lemhanas periode 2016–2022 itu meninggal pada Ahad malam, 8 Februari 2026.
“Selama memimpin Lemhanas, almarhum memberikan banyak kontribusi positif. Beliau adalah pemikir militer yang visioner dan memiliki kapasitas intelektual yang kuat,” kata politikus Partai Golongan Karya (Golkar) dalam keterangan resmi, Senin, 9 Februari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Ace, pemikiran strategis Agus Widjojo berpengaruh besar terhadap arah kebijakan Lemhanas, terutama dalam merespons perubahan lingkungan strategis global. Ia menilai Agus mampu menjaga relevansi Lemhanas di tengah dinamika geopolitik dan berbagai tantangan nasional, termasuk pada masa pandemi Covid-19.
Upacara persemayaman mendiang Agus digelar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin pagi, 9 Februari 2026. Pantauan Tempo di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, menunjukkan deretan karangan bunga duka cita memenuhi area taman di depan gedung.
Terlihat dua karangan bunga dari unsur militer, yakni Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak. Karangan bunga juga datang dari sejumlah kolega pemerintahan dan kalangan diplomatik.
Kemudian, jenazah Agus dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Ace Hasan sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi terhadap mantan gubernurnya.
Agus memiliki rekam jejak panjang di lingkungan militer dan penugasan internasional. Ia pernah bertugas sebagai perwira pada International Commission for Control and Supervision di Vietnam pada 1973, serta tergabung dalam Kontingen Indonesia pada United Nations Emergency Force II di Sinai, Timur Tengah, pada 1975.
Menjelang masa purna tugas pada 2003, Agus sempat menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain sebagai Kepala Staf Teritorial Panglima TNI dan Wakil Ketua MPR dari Fraksi TNI/Polri. Selain karier militernya, Agus juga menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.






