SEBANYAK 205 siswa pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan balita di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa, 27 Januari 2026. Selain siswa sekolah, keracunan massal juga dialami sejumlah balita.
Sebanyak 190 korban dirawat di Puskesmas Cijagang dan 15 korban dirawat di Puskesmas Cikalongkulon. Lantaran kondisinya cukup mengkhawatirkan, sebanyak 5 korban yang kebanyakan balita dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur dan 2 korban dirujuk ke Rumah Sakit Dr Hafiz Cianjur.
Mikdar, 34 tahun, warga Kampung Padajaya, Kecamatan Cikalongkulon, mengaku anaknya yang berusia 21 bulan mengalami keracunan usai menyantap MBG jatah kakaknya yang dibawa pulang dari sekolah. Usai makan ayam suwir yang ada dalam menu MBG tersebut, kata Mikdar, anak bungsunya yang bernama Neng Inaya langsung muntah-muntah.
“Anak saya makan MBG jatah kakaknya yang dibawa pulang dari sekolah. Usai makan mengalami muntah-muntah sehingga harus dirawat di Puskesmas Cikalongkulon kemudian karena kondisinya mengkhawatirkan, akhirnya dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur,” ujar Mikdar saat ditemui di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Sayang Cianjur pada Selasa, 27 Januari 2026.
Menurut Mikdar, dua anaknya yang duduk di Sekolah Dasar kelas II dan VI setiap hari mendapatkan jatah MBG. Hari ini, jatah MBG anaknya yang duduk di kelas II tidak dimakan di sekolah, tapi dibawa pulang.
Camat Cikalongkulon Iyus Yusup mengatakan korban diduga keracunan MBG berasal dari beberapa sekolah, di antaranya SDN Langkob dan SDN Majalaya 2. Ada juga korban yang berasal dari PAUD dan SMP.
“Jumlah korban sebanyak 205 orang. Ada yang dirawat di Puskesmas Cijagang dan Puskesmas Cikalongkulon. Sebagian ada yang sudah dipulangkan, ada pula yang dirujuk ke RSUD Sayang dan RSDH Cianjur,” kata Iyus.
Iyus menambahkan, jatah MBG dipasok dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi CV Yayasan Sain Bina Cendikia yang berlokasi di Jalan Raya Jonggol, Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan pantauan di IGD RSUD Sayang Cianjur hingga pukul 21.00 WIB, korban yang dirujuk masih berdatangan diantar mobil ambulans. Tampak pula Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian menjenguk balita korban keracunan.
Namun, tidak lama Wahyu bergegas keluar dan berangkat bersama rombongan menuju Cikalongkulon.
“Kami ke lokasi dulu di Cikalongkulon,” ujar Wahyu singkat.






