Bicara Korupsi di WEF, Prabowo: Kita Harus Mengakui Penyakit

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan korupsi adalah penyakit yang harus diakui. Dia menilai sebuah bangsa harus berani mengakui penyakit tersebut jika ingin sembuh.

Prabowo menyampaikan pandangannya itu saat berpidato di Forum Ekonomi Dunia (WEF), Davos, Swis pada Kamis, 22 Januari 2026. Dalam sebuah sambutan khusus, Prabowo mengatakan dirinya akan dan telah memerangi korupsi secara langsung, tegas, dan terbuka.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo mengibaratkan bangsa yang mengalami masalah korupsi selayaknya orang sakit. Jika tidak mau mengakui penyakit tersebut, penderitanya akan sulit sembuh. “Seperti siapapun yang mengidap penyakit, kita harus punya keberanian untuk mengakui penyakit yang kita derita itu,” kata Prabowo yang berpidato dalam bahasa Inggris.

Prabowo mengatakan Indonesia bertekad mengatasi masalah korupsi yang diidapnya meski penuh tantangan. “Tidak banyak orang yang percaya kami bisa melakukannya, tapi kami tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan,” ucap Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Kepada hadirin di WEF, Prabowo bercerita dirinya menemukan penyelewengan bahan bakar minyak besar-besaran hanya beberapa pekan setelah dilantik menjadi presiden. Dia merujuk pada kasus dugaan korupsi di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga. Di Indonesia, kasus ini juga dikenal sebagai kasus Pertamax oplosan.

“Dalam beberapa pekan pertama pemerintahan saya, kami mengungkap penyelewengan besar-besaran dalam tata kelola BBM dan minyak mentah. Pada semua sektor ekonomi, kami menemukan pelanggaran dan praktik-praktik ilegal,” tutur pensiunan jenderal Tentara Nasional Indonesia ini.

Selain itu, kata Prabowo, pemerintah Indonesia telah menyita 4 juta hektare lahan dari kebun-kebun tanpa izin dan pertambangan ilegal. Dia menyebut lahan-lahan itu disita pemerintah dalam satu tahun dirinya menjabat.

Prabowo mengatakan berbagai pelanggaran itu sebagai perbuatan yang merusak supremasi hukum secara terang-terangan. Padahal, kata dia, hukum yang sehat diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang baik.

Prabowo mengatakan iklim investasi yang baik tidak akan tercipta tanpa supremasi hukum. “Tidak ada orang yang mau berinvestasi di negara yang tanpa hukum, yang penegakan hukumnya meragukan,” kata Prabowo.

Dia pun menyatakan tekad untuk menegakkan aturan selama menjabat. “Supremasi hukum harus diutamakan di atas kepentingan-kepentingan pribadi,” ujarnya.

Prabowo juga menggunakan kesempatan berpidato di WEF untuk mengajak para hadirin berinvestasi di tanah air. Mantan menteri pertahanan ini menyatakan Indonesia akan selalu terbuka untuk investasi asing dan domestik. “Indonesia saat ini menawarkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan kondisi yang stabil,” ucap Prabowo.

Pidato Prabowo di WEF berlangsung selama sekitar 40 menit. Dalam sambutan khususnya itu, Prabowo berbagi panggung dengan Presiden sekaligus Chief Executive Officer WEF, Børge Brende.

Dalam forum WEF tahun ini, pemimpin negara dan tokoh dunia lain juga menyampaikan pidato secara khusus. Selain Prabowo, panggung WEF juga memberikan kesempatan kepada para kepala negara seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, hingga Presiden Argentina Javier Milei.

  • Related Posts

    Prabowo Meyakini Pertumbuhan Ekonomi RI akan Kejutkan Dunia

    PRESIDEN Prabowo Subianto meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh di luar ekspektasi. Prabowo menyampaikan rasa percaya dirinya itu saat berpidato dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swis pada Kamis, 22…

    Prabowo di World Economic Forum: Kami Telah Tutup 1.000 Tambang Ilegal

    Davos – Presiden Prabowo Subianto menjelaskan komitmen Indonesia melawan praktik ilegal saat bicara dalam di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Salah satunya, kata Prabowo, pemerintah telah menutup…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *