TIM pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan enam korban penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh pada 17 Januari 2026 lalu. Enam jenazah tersebut ditemukan di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan saat operasi pencarian pada Kamis, 22 Januari 2026.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Dody Triyo Hadi mengatakan enam jenazah tersebut merupakan hasil pencarian tim SAR hingga pukul 09.30 WITA. “Tim di lapangan pagi tadi jam sembilan menemukan 6 Korban,” kata dia saat dihubungi pada Kamis, 22 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Doddy menjelaskan tim pencarian menemukan enam jenazah tersebut di bawah puncak Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 250 hingga 300 meter. Keenam korban berada di radius 50 meter dari titik penemuan korban pertama sekitar tiga hari lalu. “Sekarang sudah proses evakuasi ke puncak,” kata dia.
Dengan demikian, total korban pesawat ATR yang berhasil ditemukan berjumlah delapan jiwa. Dua korban pertama berhasil dikenali yakni seorang pramugari, Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Deden Maulana. Sementara potongan tubuh manusia yang ditemukan kemarin masih belum dapat diidentifikasi. “Kemarin ada satu lagi kita tulang lengan, tapi kami tidak tahu bagian tubuh siapa,” ucap Dody.
Selain korban, tim SAR gabungan juga sudah menemukan black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak lalu jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026. Black box ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA, saat masih menempel pada pecahan bagian ekor pesawat.
Tim kemudian melepaskan perangkat tersebut dari badan pesawat sebelum dievakuasi. Kini black box tersebut telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Adapun pesawat ATR 42-500 milik IAT dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan pendekatan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin. Hingga kini, otoritas masih melakukan proses pencarian dan pengumpulan data untuk mengungkap penyebab insiden tersebut
Saat hilang kontak, terdapat 10 orang yang menumpangi pesawat tersebut. Mereka terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiga pegawai saat itu tengah menjalankan tugas pengawasan di wilayah perairan Makassar.





