Siswa SMPN 3 Depok Bawa Meja dari Rumah, Ini Penjelasannya

VIRAL di media sosial siswa SMP Negeri 3 Depok membawa meja sendiri dari rumah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Padahal, pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran hingga Rp28 miliar.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMP Negeri 3 Depok Ety Kuswandarini mengungkapkan hal tersebut merupakan keinginan dari orang tua dan siswa agar seluruhnya masuk pagi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kalau di siang hari meja dan kursinya ada, gantian dengan kelas yang masuk pagi,” kata Ety saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Januari 2026.

Sebab, pasca dibangun ulang dan diresmikan Wali Kota Depok Supian Suri, lanjut Ety, meja dan kursi belum memenuhi seluruh kelas yang ada.

“Jadi siswa yang masuk pagi merupakan siswa Kelas 9 dan sebagian kelas 8,” tuturnya.

Ety mengungkapkan kondisi tersebut dikarenakan sebelum dipugar, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 33 masih satu atap, sehingga penggunaan kursi dan meja berbarengan.

Setelah dipugar, SMP Negeri 33 menggunakan kursi, sehingga SMP Negeri 3 Depok kekurangan kursi untuk KBM.

“Sekarang pun sudah tidak diperkenankan menggunakan kursi kayu,” ujar Ety.

Meski demikian, Ety menegaskan kondisi tersebut tidak mengganggu KBM, baik untuk guru maupun para siswa SMP Negeri 3 Depok.

“Kondisinya seperti ini, para siswa tetap semangat dan orang tua juga, mereka yang menginginkan masuk pagi semua,” tegasnya.

Ety menambahkan pembangunan SMPN 3 Depok dibangun Dinas Perumahan dan Pemukiman dengan anggaran Rp28 miliar, namun tidak termasuk meleber.

“Untuk informasi lebih lanjut silahkan ke Pemkot Depok ya,” ucap Ety.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri mengakui untuk SMP Negeri 3 belum seluruh ruang kelas terfasilitasi mebeler, sehingga pemerintah meminta Corporate Social Responsibility (CSR) BJB.

“Dari BJB juga untuk tambahan mebelernya sedang berproses. Mudah-mudahan ya ini kita berproses lah semuanya,” kata Supian usai meresmikan Mts Negeri di Pancoran Mas, Rabu, 21 Januari 2026.

Supian mengungkapkan, pasca dipugar, pemerintah belum bisa memenuhi mebeler untuk seluruh kelas di SMP Negeri 3 Depok.

“17 kelas kalau nggak salah yang belum terfasilitasi, 10 kelas kita fasilitasi dengan CSR Bank BJB, selebihnya nanti kita kejar di perubahan anggaran,” ucap Supian. 

  • Related Posts

    Sempat Absen, Ahok Bakal Jadi Saksi Kasus Anak Riza Chalid Pekan Depan

    Jakarta – Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah pekan depan. Ahok akan menjadi saksi pada…

    Eks Wamen Arcandra Tahar Sebut Indonesia Tetap Perlu Impor BBM

    Jakarta – Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019, Arcandra Tahar mengatakan Indonesia tetap perlu impor kilang untuk memenuhi kebutuhan. Arcandra mengatakan Indonesia juga tetap perlu melakukan impor BBM. Hal itu disampaikan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *