SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya mengklaim kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri tidak pernah sia-sia. Teddy menyebut Prabowo selalu ingin membawa hasil dalam setiap lawatannya ke negara lain.
Teddy menyampaikan pandangan tersebut setelah Prabowo menyudahi kunjungan ke Inggris pada pekan ini. “Intinya ini Bapak Presiden kalau ke luar negeri itu Beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya,” kata Teddy di akun media sosial Sekretariat Presiden, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Teddy, Presiden Prabowo tidak mau pulang ke Tanah Air dengan tangan kosong ketika berkunjung ke luar negeri. Kepala negara ingin agar kunjungannya berdampak positif buat Indonesia.
Dalam kunjungan ke Inggris, kata Teddy, Prabowo juga menghasilkan sejumlah kesepakatan. “Jadi, yang tadi saya sebutkan itu, dalam waktu dua hari di sini Beliau ingin secepat mungkin, sebesar mungkin ada manfaat yang didapat oleh Indonesia,” ujar Teddy.
Salah satu kesepakatan yang dicapai di Inggris terjadi dalam pertemuan Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Starmer membahas komitmen investasi dan kerja sama pembangunan kapal penangkap ikan.
Menurut Teddy, Inggris memberi komitmen investasi sebesar 4 miliar Poundsterling atau setara Rp 90 triliun dalam pertemuan tersebut. Teddy melanjutkan, Prabowo dan Starmer juga membicarakan kerja sama bidang maritim yang meliputi pembangunan 1.582 kapal nelayan. Proyek itu akan membuka ratusan ribu lapangan kerja di Indonesia. Sebab, kapal-kapal tersebut akan dirakit di Tanah Air.
Selain itu, kata Teddy, Prabowo sempat mengajak universitas top Inggris untuk mendirikan kampus di Indonesia. Prabowo menyampaikan ajakan itu saat bertemu dengan petinggi kampus Russel Group, kelompok 24 perguruan tinggi terkemuka di Inggris.
Teddy mengatakan Prabowo beringinan agar perguruan tinggi Inggris bekerja sama dengan Indonesia untuk membuka sepuluh kampus baru di Tanah Air. “Terutama di bidang kedokteran, bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, and mathematics,” ucap Teddy.
Di Inggris, Prabowo juga menemui Raja Inggris Charles III dan sejumlah pengusaha dari kamar dagang Inggris. Prabowo tiba di Inggris pada 18 Januari 2026 dan bertolak meninggalkan negara itu pada 21 Januari 2026 waktu setempat. Setelah dari Inggris, Prabowo menuju Davos, Swis untuk mengikuti World Economic Forum.






