GUBERNUR Jakarta Pramono Anung mengatakan sebagian pedagang daging di ibu kota tetap akan berjualan meski asosiasi pedagang daging berencana mogok berjualan pada 22–24 Januari 2026. Pramono mengatakan asosiasi pedagang daging tidak dapat melarang semua anggotanya untuk berjualan.
“Saya sudah mengecek di lapangan, memang ada keinginan, tetapi saya yakin mereka tetap berjualan di Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengumumkan akan mogok jualan mulai Kamis, 22 Januari, hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Aksi itu sebagai bentuk protes mereka terhadap harga sapi timbang hidup yang tinggi.
“Kami akan melakukan aksi berhenti berjualan sebagai bentuk protes dan keprihatinan,” kata Ketua APDI Wahyu Purnama, pada Senin, 19 Januari 2026.
Ia mengatakan mogok berjualan daging akan dilakukan di seluruh pasar dan rumah potong hewan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Wahyu menegaskan, keputusan ini mewakili aspirasi pedagang daging dan bandar sapi potong yang merasa harga tinggi memengaruhi usaha mereka.
“Pertimbangan mogok ini berdasarkan pendapat anggota APDI dan masyarakat kelas menengah ke bawah yang sangat terdampak,” kata dia.
APDI melanjutkan, pemerintah belum menindaklanjuti hasil rapat pedagang dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian serta instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup, pada 5 Januari 2026. Realisasi dari hasil rapat tersebut belum terlihat sampai sekarang..
Ia mengatakan harga sapi yang tinggi dari feedlotter dan kenaikan harga karkas di rumah potong hewan membuat harga daging ikut melonjak. APDI juga menyoroti daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang melemah akibat lonjakan harga tersebut.
Wahyu mengatakan APDI berharap Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga daging. Hal ini dinilai penting bagi hajat hidup orang banyak sekaligus keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah di hilirisasi daging sapi.
Alfitria Nefi Pratiwi berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Dampak Keterlambatan Impor Daging Sapi





