Jakarta –
BPBD DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebanyak dua kali pada hari ini menyusul prediksi hujan dengan durasi panjang hingga delapan jam. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu genangan dan banjir di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, OMC sudah mulai dilakukan sejak pagi hari setelah berkoordinasi dengan BMKG dan Pemerintah Pusat.
“Maka tadi pagi kami menerbangkan untuk OMC untuk modifikasi kembali jadi untuk Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Pusat BMKG karena memang hari ini seharusnya kalau tidak ada modifikasi cuaca pasti tadi masih hujan, tapi dari jam 7.30 tadi kami sudah melakukan modifikasi cuaca,” kata Pramono di Kawasan S Parman, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dalam hari ini kita akan menerbangkan dua kali jadi Jakarta juga mudah-mudahan curah hujannya tidak seperti yang diprediksi oleh BMKG karena panjang diperkirakan 8 jam hujannya, mudah-mudahan ya hujan, tapi tetap bisa dimonitor,” lanjutnya.
Pramono menjelaskan, tanpa upaya modifikasi cuaca, hujan diperkirakan masih akan mengguyur Jakarta sejak pagi hari. Oleh karena itu, OMC dilakukan untuk menurunkan intensitas hujan agar tetap bisa dikendalikan.
Selain fokus di wilayah Jakarta, Pramono menyebut koordinasi juga dilakukan dengan BMKG untuk melakukan modifikasi cuaca di wilayah penyangga. Langkah ini dinilai penting karena hujan di daerah sekitar Jakarta dapat berdampak langsung pada kondisi ibu kota.
“Kami minta BMKG juga tidak hanya fokus Jakarta, tapi wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jakarta fokus di dalam wilayah, BMKG di luar Jakarta,” imbuhnya.
(bel/maa)





