KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan sebanyak 288.865 papan interaktif digital atau interactive flat panel (IFP) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang 2025.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan penyaluran perangkat digital tersebut ditujukan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. “Pelaksanaan program dan kegiatan di Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2025 telah menghasilkan capaian pada tataran nasional,” kata Mu’ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selain papan interaktif digital, Kemendikdasmen menyalurkan laptop dan diska keras eksternal ke ratusan ribu satuan pendidikan. Dukungan teknologi itu dilengkapi dengan penyediaan akses internet untuk 8.152 sekolah serta layanan listrik bagi 2.389 satuan pendidikan, terutama di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau infrastruktur dasar.
Digitalisasi pembelajaran menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemendikdasmen. Program ini berjalan bersamaan dengan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan yang cakupannya diperluas dari target awal 10.440 sekolah menjadi 16.167 sekolah.
Pemerintah menyebut program tersebut turut berdampak pada perekonomian lokal, dengan penyerapan dana konstruksi di 5.273 kecamatan, melibatkan lebih dari 28 ribu UMKM, serta menyerap sekitar 192.665 tenaga kerja.
Mu’ti menyatakan, pemanfaatan perangkat digital di sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan belajar, termasuk di pendidikan anak usia dini (PAUD), serta memperkuat kesiapan lulusan vokasi memasuki dunia kerja. Namun, ia tidak merinci sejauh mana efektivitas penggunaan papan interaktif tersebut di ruang kelas maupun kesiapan guru dalam mengoperasikannya.
Di luar program digitalisasi, Kemendikdasmen juga melaporkan Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjangkau sekitar 19 juta peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin. Sementara itu, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat telah diterapkan di 170.870 satuan pendidikan.






