UNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) akan membuka program studi (prodi) baru jenjang sarjana, yakni Rekayasa Kosmetik, pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Program studi tersebut berada di bawah Fakultas Farmasi dan disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di industri kosmetik yang terus berkembang di Indonesia.
“Dengan bekal pengalaman yang dimiliki oleh Fakultas Farmasi selama ini, kami yakin prodi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, memberi dampak positif bagi industri kosmetika dan juga bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Rektor Arief S. Kartasasmita di laman Unpad, Rabu 21 Januari 2026.
Dekan Fakultas Farmasi Unpad Auliya Abdurrohim Suwantika mengatakan, kebutuhan sumber daya manusia di bidang rekayasa kosmetik meningkat seiring pesatnya pertumbuhan industri kosmetik nasional. Program studi Rekayasa Kosmetik Unpad, kata dia, telah lolos akreditasi pertama dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). “Fakultas Farmasi Unpad memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang kosmetik, sarana dan prasarana yang memadai, serta laboratorium sebagai lahan penelitian mahasiswa,” katanya.
Auliya menjelaskan, prodi rekayasa kosmetik di Unpad akan membuka daya tampung sebanyak 80 mahasiswa. Kuota itu terbagi dalam tiga jalur penerimaan masuk perguruan tinggi, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan saringan jalur mandiri. Prodi baru ini menurutnya berbeda dengan prodi farmasi, “Kekhasan prodi rekayasa kosmetik adalah secara spesifik akan fokus mempelajari komoditas kosmetik, serta proyek dalam mengembangkan sebuah produk mulai dari sediaan farmasi, membuat formulasi, hingga produksi dan pemasarannya,” ujar dia.
Karena berada di lingkungan Fakultas Farmasi, sejumlah mata kuliah juga akan menitikberatkan aspek kefarmasian. Materi pembelajaran mencakup perumusan produk kosmetik, regulasi, pengendalian mutu, hingga strategi pemasaran. “Tidak hanya di aspek produksinya, tapi secara keseluruhan aspek kefarmasiannya itu akan sangat kuat,” kata Auliya.
Menurut dia, pertumbuhan industri kosmetik yang sangat baik di Indonesia membuka peluang karier yang luas bagi lulusan. Melalui program studi Rekayasa Kosmetik, mahasiswa dipersiapkan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi produk kosmetik.
Pembukaan program studi ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Padjadjaran dalam mendukung pengembangan industri nasional. Fakultas Farmasi Unpad telah menginisiasi kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain PT Paragon, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Kementerian Kesehatan RI. Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan masukan dan kebutuhan pihak-pihak yang berpotensi sebagai pengguna.






