BGN Klarifikasi Video Soal Menu MBG yang Tak Layak di Bogor

BADAN Gizi Nasional (BGN) membantah narasi dalam video yang beredar di media sosial mengenai menu makan bergizi gratis (MBG) yang disebut tidak sesuai standar. Video tersebut sebelumnya dinarasikan berasal dari SD Neglasari, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua Tim Investigasi BGN Karimah Muhammad mengatakan hasil klarifikasi dan investigasi memastikan informasi dalam video itu tidak sesuai fakta. Lokasi pembagian menu MBG dalam video tersebut bukan di SD Neglasari, melainkan di SDN Pengasinan 2, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

“Hasil investigasi kami memastikan bahwa lokasi yang disebutkan dalam video tidak sesuai fakta. Penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, bukan di SD Neglasari,” kata Karimah dalam keterangan resmi pada Rabu, 21 Januari 2026.

Selain keliru soal lokasi, BGN juga menegaskan tampilan menu dalam video tidak merepresentasikan kondisi makanan saat dibagikan kepada siswa. Menu yang direkam diketahui sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat sehingga tidak lagi menunjukkan kondisi awal saat disajikan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur Rama Ramadhan menyatakan menu MBG saat pembagian telah disajikan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) BGN. Menurut dia, makanan diberikan menggunakan food tray resmi dengan komposisi dan porsi yang telah ditetapkan.

“Video yang beredar tidak menggambarkan kondisi menu MBG yang sebenarnya,” ujar Rama.

Rama menjelaskan kondisi lalapan yang terlihat tidak layak dalam video terjadi karena makanan tersebut telah dibawa pulang dan melewati batas waktu konsumsi yang direkomendasikan. Wadah makanan yang digunakan dalam video juga bukan lagi ompreng resmi MBG.

“Menu tersebut sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat, sehingga wadahnya bukan lagi ompreng MBG. Lalapan terlihat rusak karena sudah melewati batas best before,” kata dia.

BGN juga menepis narasi yang menyebut menu MBG tidak lengkap. Karimah menyatakan lauk utama berupa ayam dalam menu tersebut telah dikonsumsi terlebih dahulu oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam.

“Ayam dalam menu MBG tersebut telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Hal ini terdengar jelas dalam rekaman suara pada video. Karena itu, narasi yang hanya menyebutkan buah dan lalapan tidak menggambarkan menu MBG secara utuh,” kata Karimah.

  • Related Posts

    Black Box Pesawat ATR Ditemukan, Diserahkan ke KNKT

    TIM pencarian menemukan black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak lalu jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026. Asisten Operasi Komando Daerah Militer…

    Warga di Jaktim Kena Peringatan Buntut Masih Bertahan di Pemakaman

    Jakarta – Lebih dari 30 keluarga masih bertahan di lahan tempat pemakaman umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur. Satpol PP Kecamatan Jatinegara memberikan surat peringatan kedua (SP-2). Saat ini tersisa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *