BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengklaim kasus keracunan pada proyek makan bergizi gratis atau MBG telah mengalami penurunan. Klaim itu disampaikan Dadan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR.

“Puncak kejadian terjadi pada bulan Oktober dengan 85 kasus, dan alhamdulillah menurun di 40 kasus pada November,” ujar Dadan di Kompleks DPR, Selasa, 20 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia menuturkan, kasus keracunan juga menurun di Desember dengan catatan 12 kasus, serta 10 kasus terjadi di Januari ini. “Meski kami targetkan zero accident tapi masih saja terjadi pelanggaran-pelanggaran SOP,” katanya.

Kendati begitu, dia melanjutkan, penurunan kasus keracunan MBG juga diiringi dengan peningkatan jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG yang signifikan.

Dia mengatakan, sejauh ini terdapat 6.150 SPPG yang telah memiliki sertifikat laik dan hygiene atau sekitar 32 persen. Jumlah tersebut, kata dia, akan terus dioptimalisasi dengan diterapkannya kebijakan akreditasi.

“Kasus kejadian yang menurun menunjukkan bahwa aspek perbakan penerapan SOP keamanan pangan terjadi sangat signifikan,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam pidato di acara retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Presiden Prabowo Subianto mengklaim tingkat keberhasilan pelaksanaan proyek MBG mencapai 99 persen berdasarkan hasil evaluasi.

Kepala negara mengaku tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan dan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek MBG. 

“Dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus diatasi, dan alhamdulillah kita sudah mengatasi, kita sedang atasi terus,” kata Prabowo dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa.

Anggota MBG Watch Galau D. Muhammad menilai, klaim Prabowo terhadap tingkat keberhasilan MBG tak sejalan dengan pelbagai persoalan yang terjadi di lapangan seperti tata kelola yang amburadul dan tak transparan, hingga banyaknya jumlah kasus keracunan.

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia atau JPPI, jumlah kasus keracunan MBG dalam satu tahun pelaksanaannya mencapai angka 20 ribu lebih korban.

“Yang disampaikan hanya glorifikasi keberhasilan tanpa pernah dijelaskan transparan indikator apa yang digunakan untuk menyebut proyek ini efektif,” kata Galau.

  • Related Posts

    Perakit Senjata di Sumedang Belajar Via YouTube, Modif Airsoft Gun Jadi Senpi

    Jakarta – Polisi mengungkap sindikat perakit dan penjual senjata api rakitan ilegal yang beroperasi di Sumedang, Jawa Barat (Jabar). Polisi menyebut para tersangka belajar merakit senjata ilegal dari YouTube. “Mereka…

    28 Jam Berlalu, Jasad Pramugari ATR 42-500 Masih Belum Bisa Dievakuasi

    Pangkep – Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 sejak 28 jam lalu ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung (Bulsar), Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *