28 Jam Berlalu, Jasad Pramugari ATR 42-500 Masih Belum Bisa Dievakuasi

Pangkep

Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 sejak 28 jam lalu ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung (Bulsar), Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban.

Jenazah pramugari ATR 42-500 tersebut ditemukan di lereng gunung pada Senin (19/1/2026), sekitar pukul 14.00 Wita. Setelah 28 jam berlalu, jenazah korban yang ditarik tersebut kini berjarak sekitar 100 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

“Posisi jenazah kedua perempuan ini masih di lereng, tetapi yang kemarin itu di kedalaman 400 (meter) sampai sore hari ini ketinggian tinggal 100 meter lagi ke puncak,” ujar Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, dilansir detikSulsel, Selasa (20/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tim evakuasi kita berusaha sekuat mungkin sampai ke puncak,” sambung Brigjen Andre Rumbayan.

Dia mengatakan kondisi hujan badai masih menjadi tantangan terhadap personel tim SAR sejak pagi tadi. Kendati demikian, dia memastikan tim SAR terus berupaya memaksimalkan evakuasi.

“Kondisi hujan lebat, pasti lelah, tapi kita tetap semangat secepatnya bisa membawa jenazah ini,” katanya.

Sementara itu, satu jenazah korban lainnya dilaporkan telah tiba di Kampung Lampesu, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros, hari ini. Jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut selanjutnya akan segera dibawa ke RS Bhayangkara, Kota Makassar.

“Korban pertama sudah sampai di Lampesu,” ujar Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan kepada wartawan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Selasa (20/1).

Baca selengkapnya di sini.

(idh/dhn)

  • Related Posts

    JK soal Serangan ke Andrie Yunus: Polisi Harus Ungkap Motif

    MANTAN wakil presiden Jusuf Kalla menyatakan khawatir dengan serangan terhadap aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus. Pegiat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan atau KontraS itu, menjadi korban serangan…

    PKB Jamin Tak Intervensi Proses Hukum Bupati Cilacap di KPK

    Jakarta – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. PKB menyerahkan proses hukum yang berjalan. “PKB tentu akan menghormati dan mengikuti proses…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *