Profil Noe Letto yang Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan

SABRANG Mowo Damar Panuluh alias Noe, vokalis grup band Letto, diangkat sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional atau DPN.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Sirait, mengatakan Noe dilantik dalam kapasitasnya sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan DPN. Neo bertugas menberi masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Yang bersangkutan akan menjalankan tugas seperti memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi strategis sesuai dengan bidang keahliannya,” kata Rico melalui pesan kepada Tempo, Ahad 18 Januari 2026.

Rico mengatakan apa yang disampaikan Noe nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan DPN, termasuk Menteri Pertahanan yang menjabat sebagai Ketua Harian DPN. Dia mengklaim pelbagai masukan dan rekomendasi akan sepenuhnya diarahkan untuk mendukung perumusan kebijakan pertahanan negara. Penugasan yang diberikan kepada Noe bersifat profesional. 

Noe Letto merupakan anak dari budayawan sekaligus cendekiawan muslim Muhammad Ainun Nadjib alias Cak Nun. Dia dilantik menjadi Tenaga Ahli DPN bersama 11 orang lainnya melalui Keputusan Ketua Harian DPB Nomor KEP/3/KH/X/2025 pada Kamis, 15 Januari 2026.

Profil dan Perjalanan Noe Letto

Dikutip dari buku Inspiring Stories: 30 Kisah Para Tokoh Beken karya Herfanda, Noe selama ini dikenal sebagai vokalis dan keyboardis band Letto. Noe merupakan anak pertama budayawan, Emha Ainun Nadjib dari pernikahan pertamanya dengan Neneng Suryaningsih.

Noe menempuh masa SD di SD 1 Yosomulyo, Lampung. Dia kemudian melanjutkan ke SMP Xaverius Metro, Lampung. 

Ketika SMP, pamannya memberikan kaset bekas kumpulan lagu-lagu Queen. Setelah mendengarkan berulang kali, Noe berpikir membuat musik yang bisa menggerakkan rasa dan menggerakkan perasaan orang lain. Dari situ, Noe bersentuhan dengan keyboard. 

Setelah lulus SMP, Noe kembali ke Yogyakarta dan meneruskan sekolah di SMUN 7 Yogyakarta. Noe bergabung dengan ayahnya dan bergaul bersama komunitas ayahnya. Di sekolah itu, Noe bertemu dengan Ari, Dedy dan Patub. Kala itu, mereka belum membentuk band. 

Pada 1997, Noe lalu melanjutkan kuliah di perguruan tinggi di Universitas Alberta, Kanada. Dia mengambil dua jurusan sekaligus, yaitu matematika dan fisika. Pada 2003, Noe lulus dari Universitas Alberta dengan gelar Bachelor of Science dalam dua bidang, yaitu fisika dan matematika.

Setelah lulus dan kembali ke Indonesia, Noe bermusik di studio Kiai Kanjeng. Studio itu dipimpin oleh Novi Budianto. Novi merupakan sahabat dari ayahnya, Cak Nun. 

Pada 2004, Musica tertarik pada lagu yang ditawarkan Noe dan kawan-kawannya. Noe kemudian membentuk band yang diberi nama Letto. Pada 2005, Letto mengeluarkan debut album berjudul Truth, Cry, and Lie. Letto kemudian mendapatkan double platinum bagi Letto. Letto setelah itu membuat album kedua Don’t Make Me Sad (2007).

Sejak 10 Juni 2008, Neo mendirikan Production House Pic[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman. Film perdananya Minggu Pagi di Victoria Park dirilis 10 Juni 2010. Film kedua mereka; RAYYA, Cahaya Di Atas Cahaya ditulis oleh bapaknya sendiri Emha Ainun Nadjib dan Viva Westi. 

Pada 2015, Pic[k]Lock Productions bekerja sama dengan Yayasan Keluarga Besar H.O.S. Tjokroaminoto dan MSH Films meluncurkan Guru Bangsa Tjokroaminoto yang disutradarai oleh Garin Nugroho. 

  • Related Posts

    Dasco: Pilpres Secara Langsung di Revisi UU Pemilu

    WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan salah satu materi yang akan dibahas dalam revisi Undang-undang Pemilihan Umum nantinya, yaitu mengenai mekanisme pemilihan presiden. Ia memastikan sistem…

    Kakek 79 Tahun di Bekasi Tewas Usai Terseret Arus Banjir

    Jakarta – Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas akibat terseret arus banjir di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Korban bernama Namat (79) dievakuasi warga sekitar. “Kita ditelepon, dikabari,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *