ORGANISASI masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan transformasi menjadi partai politik. Transformasi disampaikan melalui rapat kerja nasional Gerakan Rakyat di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, pada 17-18 Januari 2026. Hasil rakernas menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat
Ormas Gerakan Rakyat diresmikan pada 27 Februari 2025 di Jakarta. Ormas ini terinspirasi oleh gagasan mantan calon presiden 2024 Anies Baswedan. Juru bicara Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng, menyatakan ormas ini berangkat dari ide dan gagasan Anies. “Terutama soal pendidikan,” kata Yusuf.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pada Desember 2025, Anies resmi menjadi anggota Gerakan Rakyat. Meski sempat menegaskan bukan kendaraan politik Pemilu 2029, wacana transformasi menjadi partai mulai dibahas sejak rapimnas pada Juli 2025.
Transformasi itu lalu diputuskan dalam rakernas pada 17-18 Januari 2026 di Jakarta. Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri menjadi partai politik. Organisasi ini menetapkan arah perjuangan berlandaskan keadilan sosial dan demokrasi berkeadaban, dengan nilai Panca Dharma sebagai fondasi.
Berikut perjalanan ormas Gerakan Rakyat menjadi partai politik
Bermula dari Organisasi Masyarakat Pendukung Anies
Ormas Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan pada Kamis, 27 Februari 2025, di gedung Jakarta Inisiatif Office, Cilandak, Jakarta Selatan. Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan merangkap juru bicara Gerakan Rakyat Yusuf Lakaseng menyatakan ormas ini berangkat dari ide dan gagasan Anies Baswedan. “Terutama masalah pendidikan sebagai jalan mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bagi rakyat,” katanya, Kamis 27 Februari 2025.
Yusuf mengatakan gagasan tersebut diharapkan bisa merepresentasikan ormas secara umum yang memang bergerak dari rakyat. “Gerakan rakyat harus sudah menjadi gerakan orang banyak, gerakan publik, tidak lagi menjadi personifikasi Anies sebagai individu,” tuturnya.
Anies Baswedan Jadi Anggota Ormas Gerakan Rakyat
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi anggota ormas Gerakan Rakyat. Pada Rabu, 17 Desember 2025, Anies resmi menjadi anggota dan menghadiri peluncuran kartu tanda anggota (KTA) ormas Gerakan Rakyat.
Ormas Gerakan Rakyat Targetkan 1 Juta Anggota hingga 2026
Ormas Gerakan Rakyat menargetkan merekrut 1 juta anggota hingga 2026. Ormas ini menilai capaian tersebut akan menjadi indikator kuat atas penerimaan publik terhadap gerakan mereka.
Ketua DPP Ormas Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengatakan target tersebut mencerminkan validitas dan legitimasi organisasi di mata masyarakat. “Ini menunjukkan validitas bahwa gerakan ini didukung oleh banyak orang,” ujar Sahrin, Senin, 22 Desember 2025.
Sempat Singgung Rencana Menjadi Partai Politik
Sahrin menegaskan Gerakan Rakyat bukan kendaraan politik yang disiapkan untuk Pemilu 2029. Dia mengklaim organisasi ini merupakan wadah terstruktur bagi para pendukung Anies yang menginginkan perubahan.
Namun Sahrin mengakui adanya peluang Gerakan Rakyat bertransformasi menjadi partai politik. Wacana tersebut muncul dalam Rapat Pimpinan Nasional pada Juli 2025. Keputusan final, kata dia, akan ditentukan melalui kesepakatan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dalam rakernas mendatang.
“Akan diumumkan lewat rakernas,” kata Sahrin seusai acara peluncuran KTA ormasnya di Jalan Brawijaya X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu, 17 Desember 2025.
Deklarasi Jadi Partai Politik
Ormas Gerakan Rakyat mendeklarasikan transformasi menjadi partai politik. Hal itu disampaikan dalam hari terakhir rapat kerja nasional Gerakan Rakyat yang digelar di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, pada 17-18 Januari 2026.
Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat M. Ridwan mengatakan telah dilakukan pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat sebagaimana ketentuan Pasal 24 Anggaran Dasar dan Pasal 23 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Rakyat. Dia menuturkan pengambilan keputusan sidang pleno memutuskan dan menetapkan beberapa poin.
Salah satunya, Gerakan Rakyat meyakini tujuan utama dibentuknya NKRI adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berkeadaban. Dia mengatakan keyakinan tersebut diwujudkan dalam karakter Panca Dharma, yaitu religius, nasionalis kerakyatan, kersa kesatria, kasih sayang, serta integritas moral sebagai landasan perjuangan.
Sahrin Hamid Jadi Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat
Hasil pleno juga menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. Prosesi diawali dengan pembacaan struktur pengurus DPP Gerakan Rakyat yang dilanjutkan dengan pelantikan langsung oleh Ketua Umum Sahrin Hamid.
Susun Strategi Pemenangan
Sahrin Hamid mengatakan, sebagai partai politik yang baru akan didirikan, hal pertama yang akan dilakukan ialah membentuk struktur organisasi yang kuat di tingkat pusat hingga daerah.
Dengan penguatan struktur organisasi itu, Sahrin yakin Partai Gerakan Rakyat akan mulai dikenal publik. Popularitas tersebut, kata dia, menjadi salah satu modal penting untuk berkontestasi dalam pemilihan mendatang.
Dia mengatakan, untuk memperoleh popularitas, Partai Gerakan Rakyat tidak hanya akan mengandalkan struktur organisasi yang menjangkau masyarakat luas, tapi juga diseminasi informasi melalui media sosial. “Yang terpenting juga adalah bagaimana publik mempersepsikan partai ini. Itu yang sedang kami lakukan,” ujar dia.






