Rektor Unsri Benarkan Adanya Uang Sumbangan di PPDS Mata

REKTOR Universitas Sriwijaya Taufik Marwa membenarkan adanya uang sumbangan yang dikumpulkan oleh mahasiswa dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Mata di Rumah Sakit Mohamad Hussein (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan. Ia mengatakan, uang itu digunakan untuk keperluan para mahasiswa saat program berlangsung yang dikoordinir setiap angkatan.

“Memang benar ada sumbangan per angkatan. Namun, dipergunakan untuk keperluan bersama di angkatan masing-masing,” kata Taufik Marwa saat ditemui Tempo di Kampus Unsri pada Sabtu malam, 17 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Namun Taufik membantah ihwal sumbangan Rp15 juta yang diberikan kepada dokter senior di lingkungan PPDS Mata yang sebelumnya sempat disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya.

“Berdasarkan hasil investigasi kami, isu pemerasan untuk membiayai keperluan senior di luar dari program itu tidak benar. Mereka memang mengumpulkan uang sumbangan masing-masing sebesar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu, tapi untuk keperluan mereka sendiri,” kata Taufik.

Disebutkan bahwa uang sumbangan itu digunakan untuk makan bersama di angkatan setiap jam program berjalan. Ketika ingin berbagi dengan senior, kata Taufik, sudah melalui kesepakatan di angkatan.

Namun, Taufik mengatakan tidak mengelak soal kegemaran mahasiswa senior untuk nonton konser, makan-makan, padel hingga pesta. Soal ada unsur pemerasan, Taufik menepis isu itu.

“Saat kami telusuri, angkatan mereka yang disebut sebagai korban, menolak untuk membiayai kebutuhan pribadi seniornya,” kata dia.

Meski demikian, kata Taufik,kampus juga tidak membenarkan adanya kegiatan-kegiatan yang menyimpang di ranah pendidikan. “Pascainvestigasi, kami sudah menghukum ada enam mahasiswa senior berdasarkan norma etika mahasiswa pada September lalu. Mereka di SP 2 dan ada juga yang diskorsing selama tiga bulan,” kata dia.

Ia juga menegaskan, iuran atau sumbangan yang dilakukan oleh para mahasiswanya di lingkungan PPDS di luar dari ketentuan kampus. “Kami terus mengevaluasi hal-hal seperti ini agar tidak terjadi lagi,” tuturnya.

  • Related Posts

    Evakuasi Pesawat ATR 42-500, Tim SAR Bertahan Dirikan Tenda di Puncak

    Jakarta – Tim SAR gabungan bertahan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan di sekitar lokasi penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42-500. Mereka mendirikan tenda di lokasi. “Saat…

    Gerebek Barak Narkoba di Deli Serdang, Polisi Diserang Senapan Angin

    Jakarta – Anggota Polsek Medan Tembung diserang saat menggerebek barak narkoba di pinggir rel kereta api, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Dalam kejadian itu, polisi mengamankan sejumlah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *