CUACA ekstrem menyebabkan banjir di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu wilayah terdampak banjir yang menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB ialah Kabupaten Pekalongan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menerangkan, hujan lebat pada Sabtu dini hari, 17 Januari 2026, dan limpasan air Sungai Bremi telah menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan. Ketinggian genangan air terpantau antara 20–100 cm.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Abdul Muhari berujar, BPBD Kabupaten Pekalongan kemudian melakukan evakuasi warga terdampak dan mengaktifkan posko kebencanaan. “Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian,” tutur Abdul melalui keterangan tertulis mengenai perkembangan situasi bencana Tanah Air, pada Ahad, 18 Januari 2026.
Banjir di Kabupaten Pekalongan, kata Abdul, tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga mengganggu layanan transportasi perkertaapian.
Berdasarkan pantauan tim lapangan, jalur kereta api di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan–Sragi turut terendam banjir. Sebagai langkah pengamanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memberlakukan penutupan jalur demi keselamatan perjalanan kereta api.
Adapun, KAI sebelumnya membatalkan sebanyak puluhan perjalanan kereta api penumpang karena banjir di Daerah Operasi 4 Semarang, khususnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Dilansir Antara, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya banjir yang merendam jalur rel, diperparah tanggul jebol dan kondisi air pasang.
Banjir itu mengakibatkan 82 kereta penumpang dibatalkan. Selain itu, ada 16 kereta barang yang terdampak pembatalan, dan 76 kereta mengalami keterlambatan.
Bobby menjelaskan gangguan awal terjadi di kilometer 88+4/8, di antara Stasiun Kaliwungu, Stasiun Kalibodri. Pada 17 Januari, KAI telah melakukan operasi pemulihan dengan mengangkat rel dan menebarkan sekitar 105 meter kubik balas agar jalur kembali dapat dilewati.
Namun, pada malam hari di tanggal yang sama, kondisi kembali memburuk akibat luapan dua sungai yang mengapit jalur rel di kilometer 88+900 hingga 89+100, di lintas antara Stasiun Pekalongan dan Sragi.






