TIM SAR (Search and Rescue) gabungan menemukan badan dan ekor pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Ahad, 18 Januari 2026. Pesawat tersebut hilang kontak saat melakukan pendekatan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan menyatakan bagian besar pesawat dilaporkan oleh kru helikopter SAR AI-7301 dan H-2213. “Sudah terlihat, sudah terlihat badan pesawat beserta ekornya,” ujarnya dalam keterangan video resmi yang diterima Tempo, Ahad, 18 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Andi, tim SAR udara melakukan pengawasan sejak pukul 06.47 Wita dengan helikopter AI-7301 take-off dari Lanud Hasanuddin. Helikopter H-2213 menyusul pukul 07.07 Wita. Helikopter AI-7301 pertama kali melaporkan indikasi serpihan pesawat berwarna putih di atas bukit Bulusaraung pada pukul 07.26 Wita. H-2213 bergerak menuju lokasi tersebut dan melaporkan serpihan pesawat di utara puncak Bulusaraung pada pukul 07.35 Wita.
Lokasi penemuan berada di lereng selatan puncak, dengan posisi badan pesawat di sebelah utara puncak Bulusaraung. Tim SAR darat masih menyiapkan akses menuju lokasi karena medan yang terjal dan kondisi berkabut yang menyulitkan evakuasi.
Tim tetap menghitung langkah-langkah keamanan sebelum menuruni lereng untuk menghindari risiko yang berbahaya bagi keselamatan. Pihak SAR gabungan terus berkoordinasi dengan tim udara dan darat untuk memastikan semua bagian pesawat ditemukan dan kemungkinan adanya korban yang dapat segera dievakuasi. “Ini cukup terjal, maka kami harus menghitung safety-nya dulu,” kata Andi.
Sebelumnya, saat dimintai konfirmasi mengenai video dan foto yang beredar di media sosial perihal dugaan puing pesawat di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Sabtu, 17 Januari 2026, Andi membenarkan dugaan tersebut. “Iya,” katanya.
Dalam video dan foto yang beredar, terlihat panel-panel besar berwarna abu-abu gelap kehitaman yang diduga bagian lantai atau dinding interior pesawat. Salah satu panel menampilkan stiker berwarna emas bertulisan “FWD” beserta tanda panah petunjuk arah. Beberapa dokumen kertas, termasuk lembaran berjudul “Procedures–Normal Operation” dari Flight Crew Operating Manual IAT untuk ATR, juga terlihat berserakan dan kotor.
Beberapa warga dan pendaki yang muncul dalam video tampak memeriksa puing-puing di medan berbatu serta berkerikil, yang diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang terbatas. Vegetasi berupa rumput gunung dan semak belukar menutupi sebagian area.
Dalam salah satu video terlihat papan penanda bertulisan “Puncak Bulusaraung 1.353 mdpl”. Foto-foto lain menampilkan label manufaktur Hexcel Composites-Fibrelam pada panel, dengan kode part, tanggal produksi, dan spesifikasi yang menunjukkan asal komponen dari Duxford-Cambridge, Inggris.
Struktur honeycomb di bagian dalam panel terlihat jelas, yang merupakan ciri khas material komposit pesawat modern. Satu foto menampilkan emblem bordir lambang Garuda Pancasila, ada kemungkinan milik penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Di dalam pesawat tersebut diketahui ada 10 kru dan penumpang, termasuk tiga pegawai KKP.






