Sejumlah pengendara ‘salmon’ yang kerap berkendara melawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Jaksel) bikin resah. Pasalnya, ulah mereka membuat kondisi di lokasi rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (17/1/2026) pukul 16.00 WIB, aksi lawan arah itu terjadi di persimpangan dekat Superindo. Penyerobot ini biasanya terlihat saat lampu lalu lintas merah dari arah utara ke selatan.
Terpantau pengendara motor dari arah utara melawan arah demi memangkas jarak dengan lampu lalu lintas. Beberapa bahkan langsung tancap gas meski masih lampu merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pengendara ramai-ramai lawan arus di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Warga mengeluhkan aksi tersebut bikin macet dan rawan kecelakaan lalu lintas. Foto: Taufiq Syarifudin/detikcom
Beberapa kali terlihat angkot jurusan Parung-Lebak Bulus menyerobot lajur kanan, bahkan menerobos lampu merah. Imbasnya adu suara klakson terjadi karena dari berlawanan hendak belok ke arah timur dipotong angkot.
Hal itu juga membuat membuat arus kendaraan dari arah berlawanan maupun timur melambat. Beberapa pengendara terlihat melambatkan kendaraan saat memasuki persimpangan karena harus menghindari motor yang lawan arah lalu menerobos lampu merah.
Ngeyel dan Marah Saat Ditegur
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bergerak menindak para pengendara yang berkendara melawan arah tersebut. Alih-alih menurut, di antara para pengendara itu justru marah hingga ngeyel saat ditegur.
Momen itu diunggah di akun Intagram TMC Polda Metro Jaya dilihat detikcom, Sabtu (17/1). Dalam video yang dibagikan terlihat petugas menyetop para pengendara yang melawan arah.
“Ditlantas Polda Metro Jaya, melalui jajaran Subdit Gakkum melaksanakan kegiatan penertiban dan pembinaan terhadap para pengendara yang masih melakukan pelanggaran berupa melawan arus,” kata petugas Subdit Gakkum.
Ditlantas Polda Metro Jaya menindak pengendara melawan arah di Lebak Bulus. (dok.TMC Polda Metro Jaya) Foto: Ditlantas Polda Metro Jaya menindak pengendara melawan arah di Lebak Bulus. (dok.TMC Polda Metro Jaya)
Saat dilakukan penindakan, terlihat salah satu pengendara motor yang justru marah saat ditindak. Dia lantas meninggalkan lokasi sambil memarahi petugas.
“Puter balik, yang lawan arah,” kata petugas.
“Woy, kenapa ada kamera? saya nggak takut,” kata pemotor.
Selain itu, terlihat juga pengendara motor yang ngeyel saat diminta tidak melawan arah. Pemotor itu berdalih hendak belok kiri dan mengambil lajur kanan dengan cara melawan arah. Akhirnya, petugas melakukan penindakan berupa teguran
“Rumah saya di depan sini,” kata pemotor.
“Iya, emang ini jalannya? kan jalannya di situ. Ini namanya lawan arus, kalau bapak lewat situ (tidak melawan arah) nggak akan saya berhentiin,” kata petugas.
“Rumah saya tapi di situ,” timpal pemotor
“Sementara kami berikan tindakan berupa teguran. Teguran ini adalah salah satu bentuk penindakan terhadap pelanggar. Tapi lain kali jangan diulangi lagi,” kata petugas lain.
Lebih lanjut, diperlihatkan juga momen polisi menindak pengendara melawan arah yang tidak menggunakan helm. Polisi memberikan tindakan humanis berupa meminta pengendara squat jam lalu memberikan teguran dan mengimbau untuk berkendara dengan tertib.
Curhatan Warga
Seorang warga, Herman (55), mengatakan kondisi para pengendara yang melawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus sudah sering terjadi setiap hari. Menurutnya, jalan kecil di kawasan itu tidak sebanding kepadatan lalu lintas.
“Kayak gini tiap hari, dari sana (arah utara) padat, jalan kecil, lewat banyak. Orang pinginnya buru-buru jadi kayak gitu,” kata Herman saat ditemui detikcom, Sabtu (17/1/2026).
Herman menambahkan, penyebab kemacetan di kawasan itu salah satunya adalah penyorobot lajur kanan atau pelawan arah. Katanya, arus lalu lintas dari selatan ke utara jadi padat karena jalan terhalang oleh kendaraan yang lawan arah.
“Kalau jam sibuk macet, gara-gara itu yang lawan arah. Dari sana (selatan) mau belok susah, mau lurus jalannya nyempit,” kata dia.
Warga lainnya, Rahman (38), mengatakan saat petugas polisi sempat mengatur lalu lintas maka pengendara akan bersikap tertib, namun ada juga yang tetap nekat lawan arus. Namun setelah polisi pergi, perilaku lawan arus kembali dilakukan pengendara.
“Kemarin itu ada polisi. Itu pun masih pada ngeyel lewat. Kalau udah nggak ada, ya sudah biasa kayak gini lagi,” jelasnya.
Polisi ‘Pelototi’ Pelanggaran Setiap Hari
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan penertiban dan pembinaan terhadap pengendara yang melawan arus di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Penindakan akan dilakukan setiap hari.
“Ini kita penindakan lawan arus di Lebak Bulus setiap hari,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
Ojo menjelaskan kegiatan penindakan dan pembinaan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah potensi kecelakaan. Dia juga mengimbau agar masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, termasuk untuk tidak melawan arah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan aturan lalu lintas serta menggunakan jalur sesuai peruntukannya,” ujar Ojo.
“Diperlukan pula peran serta masyarakat untuk saling mengingatkan demi terwujudnya lalu lintas yang aman dan tertib,” imbuhnya.
(wnv/maa)





