Dewan Pakar Minta Gerakan Rakyat Jadi Partai Lintas Generasi

KETUA Dewan Pakar Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Sulfikar Amir meminta agar transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik tetap memperhatikan bonus demografi di masa mendatang.

Dia menuturkan, pada Pemilihan Umum 2029 mendatang, hampir 60 persen pemilih merupakan figur dengan kelompok usia di bawah 35 tahun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Sehingga, partai ini harus jadi partai lintas generasi, bukan partai orang tua atau anak muda,” kata Sulfikar saat memberikan pandangan umum rapat kerja nasional I Gerakan Rakyat di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 18 Januari 2026.

Ia merekomendasikan agar Partai Gerakan Rakyat di seluruh tingkat kepengurusan untuk selalu melibatkan anak-anak muda dalam menjalankan kegiatan. 

Sulfikar juga mengingatkan, agar pelibatan anak-anak muda dalam kegiatan Gerakan Rakyat tak sekadar bersifat seremonial, namun juga memberikan ruang penuh, khususnya terkait aspirasi dan gagasan yang disampaikan.

“Jika syarat dan strategi itu terpenuhi, insyaAllah Partai Gerakan Rakyat tidak akan menjadi partai gurem,” ujar Sulfikar.

Terpisah, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengatakan, sebagai partai politik yang baru akan didirikan, hal pertama yang akan dilakukan ialah membentuk struktur organisasi yang kuat di tingkat pusat hingga daerah.

Dengan penguatan struktur organisasi itu, Sahrin hakul yakin jika Partai Gerakan Rakyat akan mulai dikenal publik. Popularitas tersebut, kata dia, menjadi salah satu modal penting untuk berkontestasi dalam pemilihan mendatang.

Dia mengatakan, untuk memperoleh popularitas Partai Gerakan Rakyat tidak hanya akan mengandalkan struktur organisasi yang menjangkau masyarakat luas, tapi juga diseminasi informasi melalui media sosial.

“Yang lebih terpenting juga, adalah bagaimana publik mempersepsikan partai ini. Itu yang sedang kami lakukan,” ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Rakyat Muhammad Ridwan mengatakan pengambilan keputusan sidang pleno memutuskan dan menetapkan beberapa poin. 

Pertama, Gerakan Rakyat meyakini tujuan utama dibentuknya NKRI adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berkeadaban.

Dia mengatakan, keyakinan tersebut diwujudkan dalam karakter Panca Dharma, yaitu religius, nasionalis kerakyatan, kersa kesatria, kasih sayang, serta integritas moral sebagai landasan perjuangan.

Ridwan melanjutkan, perkumpulan Gerakan Rakyat juga menyadari, bahwa terwujudnya indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat sepenuhnya memerlukan perjuangan yang terorganisir dan berkelanjutan di ranah politik.

“Dengan perlindungan Tuhan yang maha kuasa dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai dengan Partai Gerakan Rakyat,” kata Ridwan di Jakarta Pusat, Ahad, 18 Januari 2026.

Kemudian, keputusan hasil pleno juga menetapkan Ketua DPP Gerakan Rakyat Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. “Setuju?” tanya Ridwan kepada peserta rakernas yang ditimpali teriakan “Setuju” dari para peserta.

  • Related Posts

    Pajero Tabrak Lari 6 Motor dan Pagar Mapolda Jambi, Sopir Positif Narkoba

    Jakarta – Pengemudi Pajero terlibat tabrak lari enam pemotor dan juga menabrak pagar Mapolda Jambi. Ternyata pengemudi positif menggunakan narkoba serta dalam pengaruh alkohol. Pengemudi Pajero itu diketahui bernama Divfal…

    Evakuasi Pesawat ATR 42-500 Dilanjut Pagi Ini Via Jalur Udara dan Darat

    Jakarta – Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 dilanjutkan Senin pagi. Evakuasi itu akan melalui jalur udara maupun darat dengan melihat perkembangan kondisi cuaca di Gunung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *