5 Fakta BNN Bongkar Rumah Produksi Vape Narkoba

Jakarta

Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar praktik produksi vape berisi liquid narkoba di Jakarta Selatan. Kasus ini terungkap setelah penyelidikan intensif yang melibatkan BNN dan Bea Cukai.

Pengungkapan dilakukan pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 16.20 WIB setelah penyelidikan selama sepekan. Dalam operasi itu, BNN menangkap dua warga negara asing berinisial MK dan TKG.

Penindakan dilakukan setelah petugas mengikuti pergerakan TKG yang membawa koper dan ransel hingga ke apartemen tersebut. Dari hasil penyelidikan, petugas mencurigai isi koper yang dibawa TKG dan terus melakukan pengawasan hingga ke lokasi apartemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNN kemudian mendapati MK telah lebih dulu berada di unit apartemen sejak Selasa (13/1/2026). Setelah keduanya berada di lokasi yang sama, petugas langsung melakukan penggeledahan.

BNN membongkar produksi vape isi liquid narkoba di apartemen Jaksel. (Devi/detikcom)Foto: BNN membongkar produksi vape isi liquid narkoba di apartemen Jaksel. (Devi/detikcom)

1. Ribuan Cartridge Vape Disita

Dalam penggeledahan, BNN menemukan ribuan cartridge vape yang siap diisi liquid narkoba. Direktur Psikotropika dan Prekusor Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Brigjen Aldrin Hutabarat menjelaskan temuan tersebut berasal dari koper yang dibawa pelaku.

“Jadi kita berangkatnya dari koper ini. Dari koper ini kita temukan, ini adalah sebuah cartridge untuk dimasukkan di vape electric. Itu sebanyak 6 bungkus plastik yang masing-masing berjumlah 500. Jadi kalau dikali 6, sudah ada di sini 3.000 cartridge,” ujar Brigjen Aldrin, Jumat (16/1/2026).

2. Liquid Narkoba Mengandung Etomidate

Selain cartridge, BNN menyita satu jerigen berisi cairan yang diduga mengandung etomidate. Dari hasil pengukuran sementara, volume cairan tersebut mencapai 4.919,5 mililiter.

“Tapi isinya ini kita ambil sampel untuk kita uji lab. Jadi tim kami dua orang langsung meluncur ke Puslab BNN di Lido. Jadi ada kurang lebih 10 mililiter kita ambil,” jelas Brigjen Aldrin.

Sampel tersebut dibawa untuk memastikan kandungan narkotika secara laboratorium.

Aldrin menerangkan efek zat etomidate berdampak buruk pada sistem otak. Bahkan jika masuk ke tubuh manusia bisa berujung kematian.

“Jadi efeknya itu ya, itu bisa memberikan efek anestesi, menekan sistem saraf otak, gangguan pernapasan, potensi ketergantungan. Kejang, koma. Kalau ini digunakan karena ketagihan tadi berkepanjangan, akan mengakibatkan kerusakan organ jangka panjang seperti hati, ginjal, bahkan sampai kematian,” tuturnya.

BNN membongkar produksi vape isi liquid narkoba di apartemen Jaksel. (Devi/detikcom)Foto: BNN membongkar produksi vape isi liquid narkoba di apartemen Jaksel. (Devi/detikcom)

Peran Pelaku dan Perintah Bos Berinisial A

Hasil interogasi sementara mengungkap peran kedua WNA tersebut. Brigjen Aldrin menyebut keduanya berperan membawa dan mengolah cairan etomidate ke dalam cartridge vape.

“Kalau kita hasil interogasi sementara, dari keterangan kedua pelaku yang mempunyai peran. Kalau saya bisa memastikan sementara, kedua pelaku ini adalah membawa barang. Baik itu kandungan narkotika jenis etomidate,” katanya.

Ia menambahkan aksi itu dilakukan atas perintah pelaku lain berinisial A yang kini masih diburu.

“Jadi ini merupakan jaringan internasional. Baik itu bahan cair ini, maupun cartridge dan bullet cartridge ini adalah dari luar negeri. Pelaku pun Warga Negara Asing,” jelasnya.

4. 15 Ribu Jiwa Terselamatkan

Brigjen Aldri menjelaskan satu vape dapat dikonsumsi 3 hingga 5 pengguna. Dari sitaan 3 ribu cartridge, artinya dapat menyelamatkan 15.000 jiwa anak bangsa.

“Jadi satu vape diisi satu cartridge, itu bisa punya potensi dikonsumsi bisa sampai 3 sampai 5 orang. Kita anggaplah kita bikin yang high-nya 5 orang atau 5 pengguna. Kalau dikalikan 3.000, 15.000. Maka dalam hal ini, operasi yang dilakukan oleh BNN sama Bea Cukai menyelamatkan 15.000 jiwa anak bangsa,” jelasnya.

Dia menerangkan kandungan jenis etomidate merupakan narkotika golongan 2 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025.

5. Omzet Diperkirakan Rp 18 Miliar

BNN mengungkap nilai ekonomi dari bisnis haram tersebut. Menurut Aldrin, satu vape yang telah diisi cartridge liquid narkoba dijual dengan harga tinggi di pasaran.

“Satu vape ini diisi sama satu cartridge itu harganya mungkin bisa kisaran Rp 4 juta sampai Rp 6 juta. Kita bikinlah Rp 6 juta. Rp 18 miliar, itu omzetnya,” ungkapnya.

Kedua pelaku kini dijerat pasal berat dan terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun.

(wia/idn)

  • Related Posts

    Pengacara Usai SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis: Pak Jokowi Legowo Maafkan

    Jakarta – Polda Metro Jaya Polda Metro Jaya menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap dua tersangka perkara dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana…

    Cerita Sebelum Terbitnya SP3 Damai Lubis dan Eggi Sudjana

    Jakarta – Polda Metro Jaya menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap dua tersangka perkara dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana dan Damai Hari…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *