Buron 2 Tahun, Maling Motor Wartawan Saat Liputan Curanmor di Sumsel Ditangkap

Lubuklinggau

Polisi menangkap pelaku pencurian motor milik wartawan televisi (TV) nasional bernama Sudirman saat sedang liputan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel). Pelaku sempat buron selama dua tahun.

Pencurian itu terjadi pada 20 Februari 2024 di halaman Masjid Baitul Ghofur, Kecamatan Lubuklinggau, Sumsel. Pelaku inisial CAN (30) ditangkap di Bengkulu pada Selasa (13/1).

“Saat di TKP, tersangka berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berjenis pisau saat hendak dilakukan penangkapan. Untungnya anggota sigap dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka,” kata Kanit Pidum Polres Lubuklinggau Ipda Suwarno dilansir detikSumbagsel, Jumat (16/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suwarno mengungkapkan tersangka sudah melakukan aksi curanmor sebanyak 20 kali bersama rekannya yakni Novi Chandra. Rekan CAN itu telah ditangkap polisi sejak Maret 2024

“Tersangka Can ini telah melakukan pencurian sepeda motor di 20 TKP di Lubuklinggau dengan modus menggunakan kunci T bersama rekannya yakni Novi yang sudah ditangkap pada tanggal 15 Maret 2024 dan sudah menjalankan hukuman,” jelasnya.

Motor milik Sudirman hilang dua tahun silam saat sedang bekerja. Motor milik Sudirman raib Ketika ia tengah meliput aksi pencurian motor di sebuah masjid.

Baca selengkapnya di sini

(ygs/ygs)

  • Related Posts

    RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Pakar Bicara Sanksi Efektif Lawan Koruptor

    Jakarta – Ahli Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menilai dimulainya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset oleh DPR RI sebagai momentum penting yang tidak boleh kembali disia-siakan oleh negara. Ia…

    Cak Imin: Angka Kemiskinan Nasional Naik 0,49% Imbas Bencana Sumatera

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan dampak bencana banjir dan tanah longsor utara Sumatera dan Aceh luar biasa. Dia menyebut bencana di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *