Ragam Jawaban Guru Besar Soal Undangan Prabowo ke Istana

SEJUMLAH guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia memutuskan untuk tidak menghadiri undangan dialog bersama Presiden Prabowo Subianto. Undangan tersebut diagendakan berlangsung Kamis hari ini di Istana Negara, Jakarta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan salinan yang diterima Tempo, isi agenda berupa taklimat dan dialog Presiden bersama pimpinan perguruan tinggi negeri. Dalam undangan itu, terlampir 180 nama guru besar dari sejumlah perguruan tinggi untuk hadir. Manneke Budiman adalah salah satunya.

Namun, Guru Besar Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu menyatakan tidak akan menghadiri undangan tersebut. Alasannya “Terjadwal menguji disertasi mahasiswa S3,” kata Manneke saat dimintai konfirmasi pada Rabu, 14 Januari 2025.

Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan juga tidak bisa datang acara tersebut. Ia menuturkan menerima undangan, namun berhalangan karena sedang berada di luar negeri. “Saya lagi di Hainan sekarang,” kata Tjandra kepada Tempo.

Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, mengatakan tidak tahu-menahu soal undangan tersebut. Namun saat mengetahui namanya tercantum dalam daftar undangan, ia mengatakan tidak akan datang ke agenda tersebut. “Enggak (datang),” kata Adrianus saat dikonfirmasi via WhatsApp. 

Nama lain yang juga menyatakan tidak akan hadir, ialah Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Masduki. Dia mengatakan, tak hadir karena memiliki sejumlah catatan. “Forum itu hanya seremonial, formalitas, dan menggunakan pendekatan top down atau presiden dominan,” kata Masduki saat dihubungi, Rabu, 14 Januari 2026.

Adapun undangan kepada para guru besar dikirimkan dengan menggunakan kop surat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Surat ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi bertarikh 9 Januari 2026.

Undangan menyebutkan acara digelar dalam rangka penguatan peran perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Djohermansyah Djohan, juga mengatakan menerima undangan dialog bersama kepala negara di Istana Negara. Namun ia belum memutuskan akan datang atau tidak. “Masih pikir-pikir,” kata Djohermansyah. 

Eka Yudha Saputra dan Shinta Maharani (Yogyakarta) berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Top Nasional: Undangan Prabowo hingga Evaluasi Pilkada

  • Related Posts

    Aktivis HAM Papua Ungkap Penyebab Gibran Batal ke Yahukimo

    DIREKTUR Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem mengatakan batalnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Yahukimo menunjukkan Papua tidak aman. Dia menduga pembatalan kunjungan karena Tentara Pembebasan…

    Peringati Natal 2025, Kapolda Metro Ajak Personel Perkuat Semangat Pengabdian

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono menghadiri Perayaan Natal Tahun 2025 jajaran Polda Metro Jaya. Irjen Asep mengajak seluruh…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *