Sejumlah Guru Besar Tak Hadir Dialog dengan Prabowo Besok

SEJUMLAH guru besar memutuskan untuk tidak memenuhi undangan dialog bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Salah satu guru besar yang menolak hadir adalah Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Adrianus Meliala. Saat dikonfirmasi Adrianus mengatakan tidak tahu-menahu soal undangan tersebut. Namun saat mengetahui namanya tercantum dalam daftar undangan, ia mengatakan tidak akan datang agenda tersebut.

“Enggak (datang),” kata Adrianus saat dikonfirmasi lewat WhatsApp. 

Sementara itu, Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan juga tidak bisa datang acara tersebut. Ia mengatakan memang menerima undangan ke Istana besok. Namun ia sedang berada di luar negeri. 

“Memang ada undangan ke Istana besok dengan guru besar berbagai universitas, tetapi pas saya lagi di Hainan sekarang,” kata Tjandra kepada Tempo. 

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan juga mengatakan menerima undangan dialog bersama kepala negara di Istana Negara. Namun ia belum memutuskan akan datang atau tidak.

“Masih pikir-pikir,” kata Djohermansyah dalam pesan kepada Tempo

Guru Besar Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Manneke Budiman, juga tidak akan menghadiri undangan tersebut. 

“Terjadwal menguji disertasi mahasiswa S3,” kata Manneke saat dikonfirmasi Tempo

Undangan kepada para guru besar dikirimkan dengan menggunakan kop surat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Surat ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi pada 9 Januari 2026.

Berdasarkan salinan yang diterima Tempo, isi agenda berupa taklimat dan dialog Presiden RI bersama pimpinan perguruan tinggi negeri. 

Dalam undangan itu, terlampir 180 nama guru besar dari sejumlah perguruan tinggi untuk hadir. Undangan menyebutkan acara digelar dalam rangka penguatan peran perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.

Rencananya, pertemuan bersama Presiden Prabowo digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis pagi, 15 Januari 2026.

Tempo berupaya mengkonfirmasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ihwal acara tersebut. Namun hingga berita ini ditulis keduanya belum merespons.

  • Related Posts

    Satgas PKH Terima Rp 5,2 Triliun dari Denda Terkait Sawit-Tambang

    Jakarta – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (Satgas PKH) mengidentifikasi dan mengamankan aset lahan dalam skala besar di sejumlah sektor strategis. Sejumlah lahan di kawasan hutan hasil penertiban…

    Antam Bantah Ada Ledakan Tambang Emas di Bogor, Asap dari Kayu Terbakar

    Jakarta – Beredar kabar terjadi ledakan hingga muncul asap di lubang tambang emas milik PT Aneka Tambang (Antam) di Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pihak Antam menyebut tidak ada ledakan, asap…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *