PRESIDEN Prabowo Subianto akan mengumpulkan sejumlah guru besar dan rektor dari berbagai universitas di tanah air. Prabowo berencana menemui mereka di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu besok, 15 Januari 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Salah satu akademikus yang mendapat undangan tersebut adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama. “Memang ada undangan ke Istana besok dengan guru besar beberapa universitas,” kata Tjandra saat dihubungi Tempo pada Selasa, 14 Januari 2026.
Tjandra mengatakan belum mengetahui spesifik agenda yang akan dibahas Prabowo dengan para akademikus di Istana nanti. Tjandra menyebut undangan itu baru dia terima pada Senin kemarin.
Meski begitu, Tjandra berujar tidak bisa menghadiri agenda tersebut. Sebab, dokter spesialis paru ini sedang berada di Hainan, Cina.
Terdapat dua surat undangan ke Istana untuk para guru besar dan rektor yang dilihat Tempo. Kedua surat ini bertanggal 9 Januari 2026.
Surat dikeluarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan nomor 0012/B/KS.11/2026 dan 0013/B/KS.11/2026. Surat pertama memiliki perihal “Taklimat Presiden RI bersama Pimpinan Perguruan Tinggi” dan ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi. Sementara surat kedua berperihal “Taklimat Presiden RI bersama Perguruan Tinggi”.
Surat itu meminta kehadiran para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi di Istana dalam rangka mendukung pencapaian Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Ada setidaknya 180 nama guru besar dalam undangan tersebut, termasuk Tjandra Yoga Aditama.
Sejumlah guru besar lain yang dihubungi Tempo turut membenarkan adanya undangan ini. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi belum membalas pesan hingga berita ini ditulis.
Tempo juga berupaya menghubungi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk mengkonfirmasi agenda Prabowo dengan para akademikus besok. Prasetyo dan Teddy belum membalas pesan tersebut.
Undangan kali ini bukan pertama kalinya Prabowo mengumpulkan para pimpinan perguruan tinggi di Istana. Presiden Prabowo sebelumnya pernah mengundang para rektor dan pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan Jakarta pada 13 Maret 2025.
Ketika itu, Prabowo mengatakan pertemuan mereka membutuhkan keseriusan dari hati ke hati. “Kita bersyukur masih diberikan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul di Istana sore hari ini, melaksanakan suatu tatap muka dan diskusi tukar menukar pandangan,” kata Prabowo, seperti dikutip dari Antara.
Dia berujar pertemuan dimaksudkan agar para akademisi bisa mempresentasikan hal-hal yang telah dan akan dikerjakan di masa mendatang oleh pemerintah. Dia juga ingin dapat berbagi pandangan perihal keadaan yang mungkin berdampak untuk Indonesia, khususnya berkaitan dengan isu nasional dan global.
Menurut dia, para akademikus tidak hanya penting memahami isu nasional, tetapi juga isu global karena isu-isu tersebut mau tidak mau pasti berdampak kepada Indonesia. Dengan demikian, kata dia, para akademikus bisa memahami perkembangan yang terjadi dan bisa mengambil langkah yang baik untuk meresponsnya.
Acara pada Maret 2025 itu dihadiri oleh 184 rektor dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 124 rektor perguruan tinggi negeri, 40 rektor perguruan tinggi swasta, 18 pejabat tinggi dari perguruan tinggi keagamaan, dan 17 pejabat tinggi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) seluruh Indonesia yang bertugas membina perguruan tinggi swasta. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Prabowo menyinggung beberapa hal dalam pertemuan tersebut, di antaranya gerakan “Indonesia Gelap” hingga upayanya meningkatkan dana riset Indonesia.





