PRESIDEN Prabowo Subianto menginginkan PT Pertamina (Persero) untuk meniru kejayaan pada era Ibnu Sutowo—bekas orang nomor satu di perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor minyak dan gas itu. Menurut Prabowo, Pertamina di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo menjadi agen perubahan, pembangunan, hingga agen modernisasi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo mengutarakan hal ini dalam agenda peresmian proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP milik Pertamina, di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026.
“Dulu, Pertamina di awalnya dipimpin oleh Pak Ibnu Sutowo jadi agent of change, agent of development, agent of modernization. Pertamina dulu punya bagian advanced technology, dimulai dari Pertamina,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.
Maka dari itu, Kepala Negara menginginkan Pertamina kembali menjadi kebanggaan nasional di bidang energi. Pertamina pada era Orde Baru adalah raksasa yang menyilaukan mata.
Dalam laporan Tempo berjudul “Riwayat Bekas Jenderal Minyak” yang terbit pada 29 Februari 1992, tertulis bahwa Ibnu Sutowo merupakan jenderal pengusaha yang mulai memperkenalkan sistem kontrak bagi hasil (production sharing) dalam dunia perminyakan. Sistem itu lebih menguntungkan bagi Indonesia ketimbang sistem kontrak karya.
Kala itu, Pertamina juga berkembang pesat menjadi konglomerat, yang merebak dalam berbagai bisnis di luar urusan mencari minyak. Namun, Ibnu Sutowo pula yang membawa Pertamina nyaris bangkrut dengan utang mencapai US$ 10,5 miliar.
Presiden Prabowo Subianto merasa telah terjadi mismanagement atau pengelolaan yang salah pada Pertamina beberapa tahun belakangan. “Terjadi permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan di pengaturan ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) kita,” ujar Prabowo.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, ada orang-orang pintar yang bersikap serakah. Ia menilai ada yang berupaya mengatur impor bahan bakar minyak dari luar negeri.
“Dengan impor dari luar dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak, segelintir orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat,” tutur Prabowo.
Maka dari itu, kata dia, sejak mengambil alih pemerintahan dari Joko Widodo pada 20 Oktober 2024 lalu, dirinya memiliki tekad untuk membersihkan Pertamina dari orang-orang berperilaku korup.
Prabowo kemudian berpesan kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri untuk berhati-hati dan tak goyah dalam menjalankan tugasnya. Prabowo menyebut jabatan Simon sangat strategis.
Ia meminta Simon dan jajarannya untuk tidak korupsi dan tidak mencari kekayaan semata. “Anda tanggung jawab atas perusahaan US$100 miliar, godaan akan banyak, tapi Saudara harus teguh dengan semua jajarannya,” kata Prabowo.
Ia lantas mengingatkan Simon bahwa dia telah diberikan kewenangan yang luas. Simon, kata Prabowo, tidak boleh sungkan memecat anak buahnya yang berkinerja buruk. “Jangan ragu-ragu, demi bangsa dan rakyat harus tega, enggak ada itu, banyak anak muda yang hebat-hebat, cari,” tutur Prabowo.





