PRESIDEN Prabowo Subianto bakal memperbaiki 60 ribu sekolah pada 2026. Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen kesejahteraan. Bagi dia, pendidikan dan kesehatan merupakan sarana untuk mengentaskan kemiskinan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo menyampaikan ini dalam acara peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, pada siang ini. “Tahun ini saja saya akan merenovasi 60 ribu sekolah dan seterusnya,” ucap Prabowo pada Selasa, 13 Januari 2026, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagaimana disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan, ada lebih kurang 300 ribu fasilitas pendidikan di Indonesia yang perlu diperbaiki. “Saya berharap dalam empat tahun kami bisa selesaikan semua kampus sekolah-sekolah di Indonesia, dan juga kualitasnya akan kami tingkatkan di setiap bidang,” kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menginginkan setiap provinsi di Indonesia memiliki setidaknya satu sekolah unggulan, baik SMA Taruna Nusantara maupun SMA Unggulan Garuda.
Pembangunan suatu bangsa, menurut dia, terletak kepada kemampuannya untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, Indonesia dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi.
Ia meyakini pendidikan bisa menciptakan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan pendidikan, kata dia, rakyat bisa hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan.
Adapun Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, di Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kampus Malang ini merupakan satu dari tiga kampus SMA Taruna Nusantara yang sudah beroperasi. Dua lainnya adalah kampus utama SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah, dan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat.
Sementara itu, saat ini sedang berlangsung pembangunan SMA Taruna Nusantara di tiga lokasi lain, yakni Kampus Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur, Kampus Minahasa di Sulawesi Utara, dan Kampus Pagar Alam di Sumatera Selatan.
Prabowo mengatakan SMA Taruna Nusantara didirikan dengan maksud mencari putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki kapasitas akademik yang unggul untuk dibina dan diberi kesempatan yang terbaik. “Dan pada ujungnya, dapat menjadi kader bangsa yang berguna,” kata Prabowo.





