BANJIR dan longsor terjadi di tiga daerah yang mengelilingi Pegunungan Muria, yaitu Kabupaten Kudus, Pat, dan Jepara, Jawa Tengah. Bencana itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir, sejak akhir pekan lalu. Tiga korban meninggal di Kudus akibat kejadian tersebut.
Satu korban meninggal karena tertimbun tanah longsor. “Orang meninggal tertimpa tanah longsor di Desa Menawan Kecamatan Gebog,” kata Kepala Kepolisian Resor Kudus, Ajun Komisaris Besar Heru Dwi Purnomo, pada Senin, 12 Januari 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kemudian dua korban tenggelam dan terbawa arus banjir. Keduanya merupakan warga Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. “Semua jenazah sudah ditemukan,” kata Heru.
Banjir di Kudus juga menenggelamkan Jalur Nasional Pantai Utara atau Pantura. Genangan air berarus terjadi di Jalan Kudus-Pati tersebut. “Akibat luapan air dari Sungai Dawe di jembatan Ngembalrejo,” ujar Heru.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Kudus melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kendaraan yang melintas. “Sempat dilakukan buka tutup jalur dan alhamdulillah sekitar pukul 13.30 jalur kembali normal,” kata dia.
Sementara di Kabupaten Jepara, satu desa terisolir karena banjir bandang dan tanah longsor. Jalur ke Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara terputus akibat banjir. Akses komunikasi ke desa tertinggi di Jepara itu juga sempat putus setelah listrik padam karena sejumlah tiang listrik rubuh.






