PRESIDEN Prabowo Subianto membantah analisis yang menyebutkan ada perpecahan di Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya. Dia menegaskan bahwa kabinetnya solid dan tidak ada keretakan. “Jangan percaya orang-orang yang terlalu pintar, yang ngomong di media sosial, menganalisis terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungan Prabowo,” kata Kepala Negara saat meresmikan 166 sekolah rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.
Prabowo mengatakan tertarik pada analisis semacam itu. Namun dia sekali lagi menegaskan tidak ada konflik dalam pemerintahannya. “Seru. Saya sendiri tertarik. Dari mana ini? Tapi enggak. Saya merasa kerja keras, kompak,” kata Prabowo.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kekompakan ini, menurut Prabowo, terbukti dari sejumlah capaian kabinetnya. Dia mengambil contoh swasembada beras pada pengujung 2025. Ketua Umum Partai Gerindra ini mengklaim Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025.
Padahal, kata Prabowo, fenomena El Nino melanda Indonesia sepanjang 2024-2025, yang kemudian berlanjut dengan kekeringan berkepanjangan. “Kami bisa mengatasi dan kami menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Cadangan beras kita di gudang pemerintah hari ini tertinggi selama sejarah Republik Indonesia,” ujarnya.
Prabowo lantas menargetkan Indonesia bisa swasembada atau memenuhi kebutuhan sendiri di bidang-bidang lain. Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti peresmian 166 sekolah rakyat yang beroperasi di 34 provinsi sebagai salah satu contoh capaian kabinetnya. “Juga hari ini kami berhasil melihat dan meresmikan 166 sekolah rakyat. Sasaran kita adalah 500 sekolah rakyat sampai 2029,” ujar Prabowo.
Adapun lebih dari 150 titik sekolah rakyat itu mulai beroperasi secara bertahap pada 2025. Pada Juli 2025, sebanyak 60 titik beroperasi. Operasional sekolah rakyat kemudian berlanjut di 37 titik pada Agustus serta 66 titik pada akhir September dan awal Oktober.
Ratusan sekolah rakyat tersebut tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten kota seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, 166 sekolah rakyat menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.
Sementara itu, pemerintah akan melanjutkan pembangunan sekolah rakyat tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Pada tahap II, sekolah rakyat dirancang akan menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar.





