INFO TEMPO – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 resmi ditutup dengan rangkaian simbolik yang menegaskan komitmen partai terhadap isu lingkungan, kesiapsiagaan bencana, serta arah ideologis perjuangan politik. Penutupan yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin, 12 Januari 2026, ditandai dengan penyerahan Tas Siaga Bencana dan bibit pohon kepada 38 Ketua DPD PDI Perjuangan se-Indonesia.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif M. Prananda Prabowo dan Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani. Prosesi tersebut diawali dengan pertunjukan tari teatrikal bertema Hamemayu Hayuning Bawono, yang merefleksikan tanggung jawab manusia dalam menjaga keharmonisan alam dan keberlanjutan kehidupan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam prosesi penyerahan, Prananda dan Puan secara langsung menyerahkan bibit pohon serta mengenakan Tas Siaga Bencana kepada para Ketua DPD yang maju ke podium. Aksi simbolis ini menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana sekaligus mendorong pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, DPP PDI Perjuangan mengingatkan seluruh jajaran partai, dari tingkat pusat hingga akar rumput, untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Tugas kader ditegaskan tidak hanya sebatas kerja politik elektoral, tetapi juga mencakup kerja-kerja kemanusiaan, mitigasi bencana, dan menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.
Usai penyerahan, seluruh Ketua DPD berfoto bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, M. Prananda Prabowo, dan Puan Maharani. Suasana berlangsung hangat ketika para Ketua DPD melakukan pose menoleh ke belakang secara serempak.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati secara resmi menutup Rakernas I PDI Perjuangan. “Dengan mengucap alhamdulillah, maka Rakernas I PDI Perjuangan ditutup dengan resmi,” ucap Megawati.
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Megawati secara konsisten mendorong setiap keluarga, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk memiliki Tas Siaga Bencana. Tas tersebut dirancang berisi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup minimal tiga hari pascabencana, seperti makanan siap saji, air minum, obat-obatan pribadi, pakaian, dan perlengkapan pertolongan pertama.
Megawati juga berharap Indonesia dapat mencontoh Jepang dalam membangun sistem kebencanaan yang komprehensif, mulai dari pembangunan tanggul laut, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, hingga penerapan protokol keselamatan yang disiplin. Menurutnya, kesiapsiagaan dan kedisiplinan terbukti mampu menekan jumlah korban jiwa saat bencana terjadi.
Selain penutupan simbolik, Rakernas I PDI Perjuangan juga menghasilkan dokumen strategis berupa 21 Rekomendasi Eksternal Partai yang dibacakan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham.
Rekomendasi tersebut mengusung tema “Satyam Eva Jayate: Di sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya” sebagai kompas ideologis partai.
Dalam pembacaan rekomendasi, Jamaluddin menegaskan bahwa kebenaran ideologis Pancasila, kebenaran konstitusional UUD NRI 1945, serta etika yang berpihak kepada rakyat menjadi landasan utama sikap politik PDI Perjuangan.
Sebanyak 21 poin rekomendasi tersebut mencakup peneguhan kedaulatan politik nasional, penolakan intervensi asing, penguatan demokrasi dan fungsi checks and balances, posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang, pencegahan bencana ekologis, perbaikan manajemen kebencanaan, percepatan transisi energi dan komitmen Net Zero Emission, serta penegasan ideologis “Merawat Pertiwi”.
Rekomendasi juga menegaskan politik kerakyatan berbasis gotong royong, kedaulatan pangan nasional, penguatan koperasi, keadilan fiskal pusat-daerah, komitmen pemberantasan kemiskinan ekstrem dan stunting, serta penegasan Pilkada langsung sebagai wujud kedaulatan rakyat.
Selain itu, Rakernas I PDI Perjuangan mendorong reformasi sistem politik dan hukum, perluasan ruang partisipasi generasi muda, pencegahan otoritarianisme populis, reformasi Polri, penegakan hukum yang independen, profesionalisme TNI, hingga penguatan budaya antikorupsi dan tata kelola pemerintahan yang bersih di internal partai.
Dengan berakhirnya Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026, partai menegaskan konsistensinya menjaga demokrasi, merawat lingkungan, serta mengawal kepentingan rakyat sebagai fondasi perjuangan politik jangka panjang.(*)






