PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membahas upaya penanganan bencana Sumatera dalam rapat kerja nasional atau Rakernas pada Ahad, 11 Januari 2026. Dalam forum tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada kader-kadernya untuk penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Megawati sebelumnya mengirimkan tim Badan Penanggulangan Bencana atau Baguna PDIP untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Sumatera. Dalam Rakernas, sejumlah pejabat PDIP melaporkan penyaluran bantuan tersebut kepada Megawati.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya telah mengirimkan Kapal Rumah Sakit (RS) Laksamana Malahayati milik PDIP ke lokasi terdampak bencana. “Kapal ini sedang mengadakan suatu kerja gotong royong, pengobatan kesehatan, dan juga membantu upaya-upaya pemulihan,” kata Hasto.
Megawati kemudian berdialog dengan kru kapal yang berada di Sumatera melalui telekonferensi. Para tim dokter dan relawan PDIP di lapangan lalu menyampaikan kebutuhan di daerah bencana kepada Megawati, di antaranya obat-obatan ISPA, susu formula, hingga sekop.
Megawati lalu meminta agar pengurus PDIP di Jakarta segera mengirimkan suplai itu ke lokasi bencana. “Nanti segera dikirimkan, karena saya selalu mengatakan dalam mengatasi bencana ini yang paling dibutuhkan adalah kecepatan waktu,” kata Megawati kepada kru kapal.
Selain sesi telekonferensi, sejumlah pejabat PDIP turut melaporkan upaya penanganan bencana kepada Megawati di Ancol. Di antaranya Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Ciptaning yang menurunkan tim kesehatan ke Sumatera sejak 5 Desember 2025.
Menurut Ribka, PDIP banyak dibantu oleh dokter-dokter diaspora yang mengajukan diri untuk turun ke lapangan. Selain itu, Ribka menyebut PDIP juga mengirim armada 30 ambulans ke Sumatera. Meski begitu, Ribka menyebut masih ada daerah-daerah yang belum mendapatkan bantuan.
Sementara Ketua DPP PDIP Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Tri Rismaharani menyampaikan PDIP bekerja sama dengan pengurus di tingkat provinsi dan kota/kabupaten untuk penangan bencana Sumatera. “Mereka memetakan wilayah karena tahu persis daerah mana yang belum ditangani,” tutur Risma.
Risma berujar PDIP juga membuka dapur-dapur umum di daerah terdampak bencana. Targetnya, kata dia, PDIP bisa membuka setidaknya dua dapur umum di setiap kota/kabupaten yang terdampak bencana.
Risma mengatakan Baguna PDIP juga terbantu karena banyak kader dan relawan dengan profesi bermacam-macam. Di antara mereka terdapat tukang listrik, tukang batu, hingga tukang air yang dapat membantu pemulihan di daerah bencana.






