SEBANYAK 261 penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dilaporkan mengalami keracunan. Para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah menyantap menu soto ayam dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 pada Jumat, 9 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan ratusan orang itu kini telah mendapat penanganan medis. “Ini tentu sesuatu yang kita semua memberikan atensi maksimal agar para siswa-siswi atau penerima manfaat yang terdampak secara medis bisa mendapat penanganan terbaik,” ujarnya setelah meninjau posko pelayanan kesehatan korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Desa Singowangi, Kutorejo, Mojokerto, seperti dilansir Antara pada Minggu, 11 Januari 2025.
Ratusan korban tersebut merupakan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto. Mereka mengeluhkan mual, muntah, demam, dan diare. Mayoritas korban mendapat perawatan medis di RSUD Prof. dr. Soekandar, Mojosari, Mojokerto.
Emil Mengimbau masyarakat yang sebelumnya mendapatkan MBG dari SPPG yang sama dan mengalami keluhan mual dan muntah untuk segera melapor ke posko agar segera mendapatkan pertolongan. “Semua biaya perawatan dan pengobatan korban terdampak akan ditanggung pemerintah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga meminta SPPG dan semua pihak terkait ikut menelusuri penyebab keracunan. Ia meminta semua faktor yang bisa menyebabkan keracunan, seperti bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan wadah makanan, serta sistem distribusi, dievaluasi. “Kami ingin memperoleh gambaran yang utuh agar ke depan sistem dapat diperbaiki dan diperkuat,” ujarnya.
Pada hari yang sama, sebanyak 658 orang di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, juga mengalami keracunan. Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan Djatmiko mengatakan ratusan siswa itu merasakan gejala keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Jumat, 9 Januari 2025.
Menu yang mereka santap ketika itu terdiri atas nasi kuning dengan lauk telur, abon, dan tempe orek. “Total korban sementara ada 658 orang, dengan lokasi terdampak meliputi Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, Trisari. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah ditangani, baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan,” ucapnya.






